RSS

MAKNA TAUHID DAN MACAM-MACAMNYA Bag. 1

01 Aug

Sumber : Kitab Majmu’ Fatawa Wa Rasail Syeikh Utsaimin
Tema : Tauhid
Dikumpulkan oleh : Fahd bin Nashir Sulaiman
Penerbit : Darul Wathan KSA
Diterjemahkan Oleh : Abu Fawwaz Dani Priyanto
Editor Terjemahan : Ummu Nafisah Yekti Handayani

Pertanyaan Pertama :
Syeikh Utsaimin Rahimahullah ditanya tentang makna Tauhid dan Macam-macamnya?

Beliau Rahimahullah menjawab :
Secara bahasa tauhid berasal dari kalimat وحد يوحد، yang artinya: menjadikan sesuatu satu saja, tauhid tidak akan sempurna kecuali di dalamnya terdapat penafian dan pengitsbatan. Menafikan artinya meniadakan selain yang ditetapkan dan Mengitsbatkan artinya menetapkan sesuatu kepada yang ditauhidkan.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tauhid seseorang tidaklah sempurna sampai ia bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah ta’ala dan bersaksi bahwa Muhammad shalallahualaihiwasalam adalah utusan-Nya. Dalam kalimat syahadat, kita Menafikan (meniadakan) sesembahan selain Allah ta’ala dan menetapkan bahwa hanya Allah ta’ala saja yang berhak untuk disembah.
Oleh karena itu, seseorang dianggap sempurna tauhidnya jika keyakinannya mencakup dua hal ini sekaligus yaitu nafi dan Itsbat. Sebab jika kita menafikan saja maka itu sama halnya dengan pemahaman kaum Atheis. Adapun jika kita hanya mengitsbatkan saja maka tidaklah cukup, sebab tidak menafikan adanya sesuatu yang sama dengannya.
Kami berikan sebuah contoh agar mudah memahami hal ini, misalnya kita mengatakan فلان قائم “sifulan sedang berdiri” dalam kalimat ini kita mengistbatkan bahwa si fulan sedang berdiri tapi kita belum mentauhidkannya, karena boleh jadi ada orang lain yang sedang berdiri juga. Begitupula ketika kita mengatakan لا قائم “tidak ada yang berdiri” dalam kalimat ini kita menafikan akan tidak adanya seorangpun yang sedang berdiri.
Adapun ketika kita mengatakan لا قائم إلا زيد “tidak ada yang berdiri kecuali Zaid” maka dalam kalimat ini kita mengistbatkan bahwa yang berdiri hanyalah si Zaid dan Menafikan adanya orang lain yang berdiri. Inilah definisi tauhid yang benar yaitu harus mencakup Nafi dan Itsbat.

Definisi Mentauhidkan Allah ta’la :
Adapun definisi Tauhidullah “Mentauhidkan Allah ta’ala” secara umum bisa didefinisikan dengan :
إفراد الله سبحانه وتعالى بما يختص به
“Mengesakan Allah ta’ala dalam hal-hal yang khusus atas-Nya”
Para ulama telah menyimpulkan bahwa Tauhid dibagi mernjadi tiga :
1. توحيد الربوبية / Tauhid Rububiyah
2. توحيد الألوهية / Tauhid Uluhiyah
3. توحيد الأسماء والصفات / Tauhid Nama dan Sifat Allah ta’ala
Pembagian ini merupakan hasil dari penelitian dan pengumpulpan dalil dari ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits-Hadits Nabi Muhammad Shalallahualaihiwassalam. Insya Allah ta’la bersambung.

 
Leave a comment

Posted by on 1 August 2011 in Aqidah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: