RSS

Kitab Thaharah Bag. I

15 Aug

Bismillah Assalamualikum Saudaraku kaum muslimin.

Sebetulnya ana ingin menulis panjang lebar di muqodimah ini, namun berhubung yang paling penting adalah isi yang inigin ana sampaikan maka cukuplah hal-hal di bawah ini sebagai muqodimahnya.

Pertama, Ingat wahai saudaraku kaum muslimin bahwasanya kita diciptakan oleh Allah ta’la adalah untuk beribadah kepada-Nya.

Kedua, Allah ta’ala tidak membiarkan kita beribadah menurut pendapat masing-masing namun Allah ta’ala mengutus Muhammad Shalallahualaihiwasalam sbagai nabi dan rasul untuk mengenalkan kita bagaimana beribah yang benar kepada Allah ta’ala.

Ketiga, Ibadah yang benar adalah ibadah yang sesuai dengan dalil al-Qur’an dan Sunnah.

Keempat, setelah kita mengetahui ibadah yang benar dan mengamalkan ibadah yang benar maka kita punya kewajiban untuk mendakwahkannya kepada orang lain.

Kelima, bahwasanya dakwah adalah kewajiban setiap muslim apapun dan bagaimanpun posisi dia.

Dari beberapa alasan di atas maka ana tergerak untuk menuliskan hal-hal yang berkaitan dengan fiqih. Dan tulisan ini ana ambil dari kitah shohih fiqih sunnah dan Fiqih sunnah Lin-Nisa sebagai rujukan.

Dan sebagai penutup muqodimah ini ana berdo’a semoga dalam menulis pembahasan ini ditujukan hanya semata-mata untuk Allah ta’ala dan semoga Allah ta’ala membrikan pahala bagi penulis, pembaca, yang menshare tulisan ini dengan pahala yang berlipat ganda. Amin….!

Langsung aja…..

KITAB THAHARAH

Ketahuilah wahai saudaraku kaum muslimin bahwasanya definisi thaharah secara bahasa adalah النظافة والنزاهة من الأقذار “kebersihan dan kesucian dari berbagai macam kotoran”. Adapun secara istilah thaharah memiliki dua makna, pertama bermakna mengangkat atau menghilangkan sifat yang melekat di badan yang dengan adanya sifat ini seseorang terhalang dari ibadah shalat dan ibadah lainnya. Kedua thaharah bermakna terangkatnya najis dari badan, pakaian, dan tempat seorang muslim.

BAB AIR
Ketahuilah wahai saudaraku kaum muslimin, bahwasanya sudah menjadi ketentuan syariat yang sudah kita ketahui bahwa shalat kita tidak akan sah selama diri kita tidak suci atau bersih dari berbagai hadats (kecil dan besar) dan juga bersih dari najis. Rasulullah shalallahualaihiwassalam pernah mengatakan :

لاَ يَقْبَلُ الله صَلاَةً بِغَيْرِ طُهُورٍ
“Allah tidak akan menerima shalat tanpa bersuci” (HR. Muslim 224 At-Tirmidzi 1 An-Nasa’I 139 Abu Daud 59 dan Ibnu Majah 273).

Wahai saudaraku kaum muslimin, ibadah thaharah ini terjadi dengan memakai salah satu dari dua dzat yang suci dan mensucikan yaitu dengan memakai air dan tanah. Dimana tanah bisa menggantikan air sebagai alat bersuci dalam beberapa keadaan. Insya Allah ta’ala akan ada pembahasannya.

Bersambung Insya Allah…….sudah ngantuk.

 
Leave a comment

Posted by on 15 August 2012 in Fiqih

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: