RSS

Kitab Thaharah Bag. Empat

29 Aug

Bismillah Assalamualikum Wahai Saudaraku kaum muslimin dimana saja berada, mari kita lanjutkan belajarnya dan semoga tulisan menjadi wasilah mendapatkan ilmu yang bermanfaat, lalu diamalkan dan disebarkan ke seluruh manusia yang sedang mencari cara beragama yang benar.

Pembahasan kita yang kemarin adalah membahas macam-macam air suci, terakhir kita membahas air suci jenis yang kedua yaitu dzat yang bahan dasarnya adalah air. Sekarang kita masuk ke jenis lainnya so don’t miss it.

KETIGA, Mata air / sumber air / cai liang
Allah ta’ala berfirman :

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ

“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi” (Az-Zumar 21).

KEEMPAT, Air laut
Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah Radhiallahuanhu dimana beliau Radhiallahuanhu berkata : ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shalallahualaihiwassalam, Ya Rasulullah kami berlayar di laut, sedangkan kami hanya membawa sedikit air, jika kami memakai air tersebut untuk berwudhu maka kami akan kehausan, apakah kita boleh berwudhu dengan air laut? Maka Rasulullah Shalallahualaihiwassalam menjawab :

هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

“Laut itu airnya suci dan mensucikan, bangkainya pun halal” (Shahih Sunan Abu Daud no 76).

Tambahan : Hadits ini merupakan salah satu hadits yang agung dimana banyak sekali faidah yang di dapatkan. Ada puluhan faidah yang disampaikan para ulama dan ana telah merangkumnya dalam sebuah buku yang ana tulis (tapi belum kelar, belum terbit, dan belum ada yang tau hehehe mohon doa’nya saja dari saudara semua semoga lancar).

KELIMA, Air Zam-zam

Dalilnya adalah hadits shahih yang diriwayatkan dari Ali Bin Abi Thalib Radhiallahuanhu bahwasanya Rasulullah shalallahualaihiwassalam meminta seember air zam-zam, lalu beliau shalallahualaihiwassalam meminum dan berwudhu dengannya. (HR. Ahmad I/67, Irwaul Ghalil 13, Tamamul Minah hal 46).

Bersambung Insya Allah…..!
Dan sebagai penutup dari tulisan ini, ana berdo’a semoga dalam menulis pembahasan ini ditujukan hanya semata-mata untuk Allah ta’ala dan semoga Allah ta’ala memberikan pahala bagi penulis, pembaca, yang menshare tulisan ini dengan pahala yang berlipat ganda. Amin….!

 
Leave a comment

Posted by on 29 August 2012 in Fiqih

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: