RSS

Makna Kalimat Laa Ilaha Illallah bag. II

02 Dec

makna laa ilaha illallahSaudaraku ikhwan akhwat yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah, pada bagian kedua ini kita akan membahas ayat Allah ta’ala di surat Muhammad ayat yang ke 19.

Allah ta’ala berfirman :

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah

Saudaraku yang baik hati, sesungguhnya meng-ilmui makna dan mengamalkan konsekuensi-konsekuensi dari kalimat لا إله إلا الله merupakan kewajiban yang paling besar/utama bagi setiap muslim/ah.

Maka saudaraku diantara bentuk dari kebodohan/kejahilan terhadap makna kalimat لا إله إلا الله kita bisa melihat sebagian orang yang mengaku sebagai seorang muslim, namun meminta dan berdo’a kepada selain Allah ta’ala, mencari berkah (ngalap berkah) di kuburan
orang shalih maupun kuburan orang thalih.

Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله pernah mengatakan : “bukanlah yang dimaksud mengucapkan kalimat لا إله إلا الله dengan lisan saja tanpa mengetahui terhadap maknanya, sebab orang munafikpun mengucapkan kalimat لا إله إلا الله namun orang munafik berada di neraka paling bawah (di bawah orang kafir), akan tetapi yang diinginkan adalah mengucapkan kalimat لا إله إلا الله disertai dengan memahami maknanya, mencintai kalimat لا إله إلا الله, mencintai ahli لا إله إلا الله, dan sangat membenci terhadap orang yang menyelisihi dari konsekuensi dan makna لا إله إلا الله”. (المجموع المفيد hal 564).

Maka saudaraku yang baik hati hendaklah kita meng-ilmui makna kalimat لا إله إلا الله dan mengamalkan konsekuensi-konsekuensinya, dan diantara konsekuensi kalimat لا إله إلا الله ini adalah hendaklah kita hanya beribadah kepada Allah ta’ala, tidak riya, tidak meminta sesuatu dan berdo’a kepada selain Allah ta’ala (sesuatu yang hanya Allah ta’ala yang sanggup), tidak menyembelih kepada selain-Nya, tidak bersumpah kecuali dengan menyebut nama Allah, dan tidak melakukan perbuatan dosa yang dapat mengurangi ibadah dan tauhid kita, hal inilah yang dimaksud dari firman Allah ta’ala :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun” (QS. An-Nisa 36).

Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah pernah mengatakan : “Kalimat syahadat ini mengandung makna yang menunjukan akan ke esaan Allah ta’ala dan menafikan / meniadakan syirik, tidaklah menegakan kalimat ini dengan sebenar-benarnya kecuali Ahlus sunnah wal jama’ah, adapun ahlu bid’ah tidaklah menegakan kalimat ini” (المدارج 3/460).

Semoga bermanfaat dan semoga ana, keluarga ana, dan antum semua bisa mendapatkan husnul khotimah dan bersama kembali di syurga kelak.

 
Leave a comment

Posted by on 2 December 2013 in Aqidah

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: