RSS

Di Manakah Allah ta’ala ?

29 Dec

أين الله في السماء حديث الجاريةSaudaraku kaum muslimin semua, sebelum menjawab pertanyaan dari judul ini, ana ingin membahas dulu tentang pertanyaan ini. Kenapa ? sebab ada banyak manusia dan kelompok islam yang merasa tabu untuk menggunakan pertanyaan ini.

Padahal pertanyaan ini sudah tsabit atau tetap dari Rasulullah صلى الله عليه و السلام dalam riwayat Imam Muslim (1/382), sehingga hendaklah kita senantiasa mentalqinkan pertanyaan ini pada anak kita, saudara kita, dan kaum muslimin semua sehingga jawaban yang benar tentang di mana Allah ta’ala bisa mengakar dalam akidah kita semua.

Lalu jawabannya apa?
Sebelum menjawab pertanyaan ini maka kita harus mengetahui bagaimana kesepakatan ulama ahlus sunnah tentang aqidah nama-nama dan sifat Allah ta’ala. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah pernah mengatakan tentang keyakinan dan akidah ulama salafusshalih tentang hal ini, dimana beliau rahimahullah pernah mengatakan :

وَمِنَ الْإِيمَانِ بِاللَّهِ : الْإِيمَانُ بِمَا وَصَفَ بِهِ نَفْسَهُ فِي كِتَابِهِ الْعَزِيزِ ، وَبِمَا وَصَفَهُ بِهِ رَسُولُهُ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ غَيْرِ تَحْرِيفٍ وَلَا تَعْطِيلٍ ، وَمِنْ غَيْرِ تَكْيِيفٍ وَلَا تَمْثِيلٍ

“Dan diantara iman kepada Allah ta’ala adalah beriman dengan apa yang Allah ta’ala sifati tentang dirinya dalam Al-Qur’an dan dengan apa yang Rasulullah صلى الله عليه و السلام sifati tentang Allah ta’ala tanpa tahrif, ta’tihil, takyif dan tamtsil”.

Saudaraku kaum muslimin semua, setelah kita mengetahui cara mengimani sifat Allah ta’ala, maka kita wajib melihat jawaban Al-Qur’an tentang di manakah Allah ta’ala? Sungguh Allah ta’ala telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an, diantaranya adalah :
Pertama, dalam surat Thaha ayat ke 5 Allah ta’ala berfirman :

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy.

Kedua, dalam surat Al-A’raaf ayat 54 Allah ta’ala berfirman :
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy.”

Ketiga, dalam surat ar-ra’d ayat 2 Allah ta’ala berfirman :
اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy”

Keempat, dalam surat as-sajdah ayat ke 4 Allah ta’ala berfirman :
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy”

Kelima, dalam surat Yunus ayat ke 3 Allah ta’ala berfirman :
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy”

Ketujuh, Dalam surat al-Furqan ayat ke 59 Allah ta’ala berfirman :
الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy”

Kedelapan, dalam surat al-hadid ayat ke 4 Allah ta’ala berfirman :
هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy”

Rasulullah صلى الله عليه و السلام juga telah menjelaskan di manakah Allah ta’ala berada, diantaranya :

Pertama, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (4/73) dan Imam Muslim (4/2107) dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه و السلام bersabda :
لَمَّا خَلَقَ اللهُ الْخَلْقَ، كَتَبَ فِي كَتَابِهِ، فهُوَ عِنْدَهُ، فَوْقَ الْعَرْشِ، إِنَّ رَحْمَتِي غَلَبَتْ غَضَبِي
“Ketika Allah ta’ala menciptakan semua makhluk, Allah menulis di dalam kitab-Nya yang ada di sisi-Nya, di atas Arsy, sesungguhnya Rahmat-Ku mengalahkan kemarahan-Ku”

Kedua, Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (1/382) dari Muawiyah bin Hakam As-Sulami رضي الله عنه bahwasanya ia bercerita bahwa ia memiliki seorang budak wanita yang tugasnya menjaga kambing milik Muawiyah رضي الله عنه namun pada suatu saat salah satu kambingnya dimakan binatang buas sehingga Muawiyah رضي الله عنه memukulnya, dan ia merasa menyesal sehingga mengadu kepada Rasulullah صلى الله عليه و السلام dan mengatakan : “apakah saya harus memerdekakannya?” maka Rasulullah صلى الله عليه و السلام menyuruh untuk mendatangkan budak wanita tersebut, maka setelah budak tersebut menghadap Rasulullah صلى الله عليه و السلام, maka Rasulullah صلى الله عليه و السلام bertanya : Dimanakah Allah ? ia menjawab Allah di langit. Lalu Rasulullah صلى الله عليه و السلام bertanya lagi siapakah saya ? maka ia menjawab Anda adalah rasul Allah. Maka Rasulullah صلى الله عليه و السلام berkata kepada Muawiyah bin Hakam رضي الله عنه “merdekakanlah ia karena ia seorang mukminah”.

Dari ayat-ayat dan hadits-hadits di atas maka Allah berada di atas lagit, di atas arasy dan Allah ta’ala sama sekali tidak butuh sama arasy, tapi arasylah yang sangat membutuhkan Allah ta’ala sebab Allah lah yang menciptakan arasy dan langit, sehingga makhluk yang butuh sama khaliqnya.

Saudaraku lalu apa maksud dari اسْتَوَى “Bersemayam” maka Imam Al-Auzai’ dan Imam Bisyir Az-Zahrani Rahimahumullah mengatakan yang dimaksud dengan bersemayam adalah إرتفع وعلا “Meninggi dan berada di atas makhluknya”.

Imam Ibnu Huzaimah Rahimahullah ta’ala pernah mengatakan : “Barangsiapa yang tidak meyakini bahwa Allah berada di atas langit (di atas seluruh makhluknya) maka ia kafir dan harus diminta untuk bertaubat, jika menolak maka dipenggal lehernya (baca oleh penguasa) dan mayatnya dibuang ketempat sampah” (At-Tauhid 2/8).

Saudaraku, dari penjelasan di atas maka sangat batillah orang yang mengatakan bahwa Allah ta’ala berada di mana-mana seperti yang diyakini oleh kelompok Ikhwanul Muslimin, Jamaah Tabligh, Sufi, dan Syiah. Hal ini karena bertentangan dengan dalil-dalil di atas dan berkonsekuensi bahwa Allah ta’ala berada di tempat-tempat kotor seperti di WC, tempat sampah dll.

Sebagai tambahan, secara fitrah pun, semua manusia mengakui bahwa Allah ta’ala berada di atas langit. Kita sering mendengar dalam bahasa kita : “Minta aja sama yang di atas, serahkan saja sama yang di atas dll”. Semoga bermanfaat.

 

One response to “Di Manakah Allah ta’ala ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: