RSS

3 Tingkatan Dalam Agama

03 Jan

Tingkatan Dalam AgamaSaudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah.
Pada kali ini Insya Allah ta’ala kita akan bahas tiga tingkatan dalam Agama Islam yang telah dijelaskan oleh para ulama salafussholeh رحمهم الله تعالى berdasarkan hadits-hadits shahih yang datang dari Rasulullah صلى الله عليه و السلام semoga bisa bermanfaat dan menambah ilmu kita.

Saudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah.
Para ulama salafussholeh رحمهم الله تعالى menyebutkan bahwa tingkatan dalam agama ada tiga, yaitu : Islam, Iman, dan Ihsan. Dan ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat yang mulia Umar bin Khattab رضي الله yang diriwayatkan oleh Imam Muslim رحمهه الله تعالى (I/36-37).

Saudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah.
Imam Ibnu Rajab رحمهه الله تعالى mengatakan ketika menjelaskan hadits ini : “Hadits ini mengandung faidah yang sangat agung dimana di dalamnya terkandung penjelasan agama secara keseluruhan sehingga Nabi صلى الله عليه و السلام di akhir hadits menyatakan فإنه جبريل أتاكم يعلمكم دينكم (yang mendatangi kalian tadi itu adalah jibril untuk mengajar kalian tentang agama kalian) dimana sebelumnya Rasulullah صلى الله عليه و السلام menjelaskan tingkatan agama yaitu Islam, Iman dan Ihsan. Dan beliau صلى الله عليه و السلام menjadikan ketiganya sebagai agama”. (Jami’ul Ulum Wal Hikam hal 36 Darul Aqidah).

Saudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah.
Lalu apakah definisi Islam? Para ulama رحمهم الله تعالى membagi definisi Islam kedalam dua definisi, ada definisi umum dan ada definisi khusus.

Pertama definisi secara umum, Islam secara umum adalah :

الإستسلام لله بالتوحيد والإنقياد له بالطعاة والبراءة من الشرك و أهله

“Berserah diri kepada Allah ta’ala, dengan tauhid, Serta tunduk/patuh kepada-Nya dengan melaksanakan ketaatan, Dan berlepas diri dari semua bentuk kesyirikan dan semua pelaku kesyirikan”.

Untuk mempermudah definisi umum ini, ana akan membuat penjelasan definisi ini dalam beberapa point, point-point tersebut adalah :

Pertama, Islam adalah agama semua Nabi dan Rasul صلى الله عليهم و السلام sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat ali-imran ayat ke 19, Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ
“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam”

Kedua, Islam adalah الإستسلام لله “berserah diri kepada Allah ta’ala” baik secara dhahir, batin, berharap, takut, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.

Ketiga, بالتوحيد “Dengan tauhid” maksudnya kita berserah diri kepada Allah dengan cara mentauhidkan Allah ta’ala (mengesakan Allah ta’ala) dalam segala hal yang merupakan kekhususan Allah ta’ala baik dalam Rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, dan Nama dan Sifat-Nya. (Insya Allah dibahas dengan tafsil pada postingan-postingan yang akan datang).

Keempat, والإنقياد له بالطعاة “Serta tunduk/patuh kepada-Nya dengan melaksanakan ketaatan” maksudnya tuduk dan patuh dengan melaksnakan ketaatan dan menjauhi semua yang diharamkan Allah ta’ala dengan mengharap pahala dari Allah ta’ala dan dengan perasaan takut akan adzab Allah ta’ala. Intinya ketaadan mencakup dua perkara yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi segala yang dilarang.

Kelima, والبراءة من الشرك و أهله “Dan berlepas diri dari semua bentuk kesyirikan dan semua pelaku kesyirikan”. Maksud dari berlepas diri disini adalah memusuhi, memarahi, menjauhi, memperingatkan dari semua jenis kesyirikan (besar maupun kecil) dan dari semua pelaku kesyirikan. Dan camkanlah wahai saudaraku, dari sini kita wajib melakukan da’wah yang pertama kali dan menjelaskan kepada semua manusia pertama kali adalah tentang tauhid yang merupakan lawan dari kesyirikan.

Saudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah, para ulama membagi pelaku kesyirikan kedalam dua jenis :
Pertama orang musyrik asli, yaitu orang sama sekali tidak masuk Islam seperti kaum musyrikin arab dulu, majusi, yahudi, nasrani, budha dll.

Kedua, orang kafir murtad, yaitu orang islam yang batal keIslamannya, seperti orang yang menyembelih untuk selain Allah ta’ala, meyakini bahwa selain Allah ta’ala mengetahui sesuatu yang ghaib, atau orang yang berdo’a ke’ada selain Allah ta’ala.

Saudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah.
Kedua, Islam secara khusus adalah agama yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad صلى الله عليه و السلام yang mana agama yang dibawa beliau صلى الله عليه و السلام menghapus semua agama langit yang sebelumnya, sehingga dengan diutusnya beliau صلى الله عليه و السلام Allah ta’ala tidak akan menerima agama selain Islam baik di dunia maupun di akherat.
Allah ta’ala berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 85 :

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”

Allah ta’ala berfirman dalam surat Ali-Imran ayat ke 19 :

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ

“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam”

Asy-Syeikh As-Si’di Rahimahullah ta’ala mengatakan tentang ayat ini : “Agama yang tidak ada agama selain agama Islam dan tidak diterima agama selain Islam, yaitu tunduk dan patuh hanya kepada-Nya dengan cara mengikuti segala yang disyariatkan dan disampaikan oleh lisan Rasulullah صلى الله عليه و السلام secara dhahir dan bathin.
Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-Maidah ayat ke 3 :

وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا

“dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu”

Saudaraku dalam ayat yang mulia ini Allah ta’ala telah menyempunakan agama Islam dan memilihkannya bagi ummat ini (baca termasuk kita), sehingga ini merupakan kenikmatan yang besar, maka ketika Allah ta’ala menyempunakan dan meridhai Islam bagi kita, maka wajib bagi kita untuk ridha dengan agama Islam ini secara dhahir dan batin, menegakan agama ini, mendakwahkannya, dan bersabar di atasnya.

Semoga bermanfaat dan kita berdo’a semoga kita dimatikan di dalam Islam sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat Al-baqarah 132 dan surat Ali-Imran 102 :

فَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: