RSS

Pengertian Iman Yang Benar

15 Jan

Tingkatan Dalam AgamaSaudaraku kaum Muslimin
Setelah pada postingan ana yang terakhir, kita telah membahas tentang tingkatan dalam agama yaitu Islam, Iman dan Ihsan. Dan telah kita bahas tentang apa itu definisi Islam. Insya Allah pada saat ini kita akan bahas tentang rukun agama yang kedua, yaitu Iman. Selamat membaca dan semoga bermanfaat dan menjadi bekal bagi kita untuk menuju kehidupan yang hakiki yaitu kehidupan akherat kelak, amin.

Saudaraku kaum Muslimin
Sebelum melanjutkan ke pembahasan, ana akan membahas dulu kenapa ana mengambil judul “Pengertian Iman yang benar”? sebab telah beredar di kalangan kaum muslimin tentang pengertian iman yang tidak benar, dari dulu sampai sekarang, namun sepertinya belum tepat klo dijelaskan sekarang namun untuk lebih jelasnya lihat Syarah Aqidah Wasithiyah oleh Syeikh Fauzan Hafidhahullah hal 135 cetakan Darussalam, mungkin sudah ada terjemahannya.

Saudaraku kaum Muslimin
Iman secara bahasa sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullahuta’ala adalah التصديق مع الإقرار “Mengimani/membenarkan dibarengi dengan mengikrarkannya” (Kitab Al-Iman hal 292).
Adapun Iman secara istilah adalah :

اعتقاد بالقلب ونطق باللسان وعمل بالأركان يزِيد بِالطَّاعَةِ وَينْقص بالمعصية

“Keyakinan dalam hati, diucapkan dengan lisan, diamalkan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan melakukan kemaksiatan”

Saudaraku kaum Muslimin yuk kita bahas pengertian di atas

Pertama اعتقاد بالقلب “Keyakinan dengan hati/diyakini dalam hati” maksudnya adalah pengakuan dan penetapan dengan hanya beribadah kepada Allah ta’ala, mentauhidkan-Nya, ikhlash, membenci semua bentuk kesyirikan, kebid’ahan, dan kemaksiatan. Masuk di dalamnya adalah beriman kepada yang ghaib seperti Malaikat, Syurga, Neraka, takdir, dll.

Kedua, ونطق باللسان “diucapkan dengan lisan” seperti ucapan dua kalimat syahadat, tasbih, dzikir, membaca Al-Qur’an, hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat Al-Baqarah 136 :

قُولُواْ ءامَنَّا بالله

“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah”

Ketiga, وعمل بالأركان “Diamalkan dengan anggota badan” maksudnya semua bentuk amalan ketaatan masuk dalam definisi iman, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahualaihiwassalam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim 35

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً، أَعْلاهَا شَهَادَةُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ

“Imam itu terdiri (lebih) dari 80 cabang, yang paling tinggi adalah ucapan Laa ilaha Illallah, dan yang paling rendah adalah menghilangkan gangguan di jalan”.

Keempat, يزِيد بِالطَّاعَةِ وَينْقص بالمعصية “Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan”. Maksud ketaatan adalah melaksanakan apa-apa yang Allah ta’ala perintahkan dan meninggalkan apa-apa yang Allah ta’ala larang atas kita. Adapun berkurang dengan kemaksiatan maksudnya berbuat dosa dengan melaksanakan apa-apa yang Allah ta’ala larang atau meninggalkan atau bisa juga meremehkan di dalam perintah Allah, seperti orang yang bermain-main dalam ibadah shalat dll.

Kelima, sebagai kesimpulan dari semua yang telah dijelaskan bahwa ketiganya (keyakinan, ucapan, dan amal) saling berkaitan. Sekian dan semoga bermanfaat…keep spirit for akherat and keep smile too.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: