RSS

Naik dan Turunnya Keimanan

21 Jan

Tingkatan Dalam AgamaAssalamualaikum Saudaraku kaum Muslimin
Setelah pada postingan ana yang terakhir, kita telah membahas tentang definisi Iman secara ringkas, dan pada potongan definisi Iman disebutkan bahwa Iman itu bertambah dengan melaksanakan ketaatan dan berkurang dengan melakukan kemaksiatan kepada Allah ta’ala. Pada kesempatan ini, Insya Allah ta’ala kita akan membahas dalil-dalil yang menjadi hujjah atas keyakinan Ahlus Sunnah bahwa Iman itu bertambah dan berkurang, sebab dalam beragama kita harus berdasarkan dalil bukan berdasarkan taklid atau ikut-ikutan.

Saudaraku kaum Muslimin
Tentang keyakinan ahlussunnah bahwa keimanan itu naik dan turun merupakan keyakinan yang hak dan benar bedasarkan dalil dari Al-Qur’an, Hadits dan kesepakatan ulama salaf, diantaranya adalah :

Dalil pertama, Allah ta’ala berfirman dalam surat Ali-Imran ayat ke 173

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Saudaraku kaum Muslimin
Dahulu orang-orang munafiq mengkhayalkan/menggambarkan bahwa musuh akan mengalahkan orang beriman (para sahabat), dengan tujuan agar dalam hati orang yang beriman muncul perasaan takut dan khawatir, namun karena pengenalan mereka kepada Allah ta’ala, amat sangat mencintai dan menginginkan akherat (syurga) serta zuhud dari dunia, perkataan orang-orang munafiq ini malah justru menmbah keimanan dan sikap tawakkal mereka kepada Allah ta’ala dengan mengatakan حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.

Dalil yang kedua, Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-Anfal ayat ke 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabb mereka-lah mereka bertawakal”

Saudaraku kaum Muslimin
Siapakah orang-orang yang beriman dalam ayat al-anfal diatas? Mereka adalah yang kuat keimanannya, sempurna imannya, orang yang beramal dengan syariat-syariat agama yang mulia ini. Apa tanda-tanda dari kesempurnaan iman mereka?

Jawabannya Allah ta’ala melanjutkan إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ “apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka” hati mereka takut kepada Allah, hati mereka penuh terisi oleh rasa khosyah kepada Allah.

Saudaraku kaum Muslimin
Diantara sifat mereka adalah وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا “dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya)” Kenapa bisa bertambah?

Pertama bisa dikarenakan ketika dijelaskan kepada mereka makna ayat-ayat Allah yang mana sebelumnya mereka jahil atasnya.

Kedua, bisa dikarenakan mereka diingatkan atau mengingat apa-apa yang terlupakan dari ayat-ayat Allah.

Ketiga, bisa dikarenakan setelah dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah ta’ala muncul dalam hati mereka rasa tertarik dan semangat kepada kebaikan dan melaksanakannya.

Keempat, bisa dikarenakan perasaan takut akan adzab dan hukuman Allah ta’ala atas perbuatan dosa mereka (ketika mendengar ayat-ayat ancaman), sehingga mereka meninggalkan dosa-dosa mereka.

Saudaraku kaum Muslimin
Diantara sifat mereka dalam ayat ini adalah وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ “kepada Rabb mereka-lah, mereka bertawakal” yaitu mereka meyakini dan menyandarkan dalam hati mereka dalam hal mendatangkan manfaat dan dalam hal mencegah madharat hanya kepada Allah ta’ala dan tidak kepada yang lainnya.

Dalil yang ketiga adalah firman Allah ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 22

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الأحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

“Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan”

Dalil yang ke empat firman Allah ta’ala dalam surat Al-Fath ayat 4

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

Dalil yang kelima adalah firman Allah ta’ala dalam surat al-mudatsir ayat 31
وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا
“dan supaya orang yang beriman bertambah imannya”

Dalil yang keenam adalah sabda Rasulullah Shalallahualaihiwassalam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim 35

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً، أَعْلاهَا شَهَادَةُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ

“Imam itu terdiri (lebih) dari 80 cabang, yang paling tinggi adalah ucapan Laa ilaha Illallah, dan yang paling rendah adalah menghilangkan gangguan di jalan”.

Dalil yang ketujuh adalah sabda Rasulullah Shalallahualaihiwassalam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim 20

مَنْ رأى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فإنْ لَم يَسْتَطِعْ فَبِلِسانِهِ، فإنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذلكَ أضْعَفُ الإِيمَانِ

“Siapa saja diantara kalian yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan hal itu adalah selemah-lemah iman”.

Saudaraku kaum Muslimin, sekian dulu semoga bermanfaat dan semoga Allah ta’ala menetapkan kita di atas sunnah dan mati diatasnya…..and don’t forget keep spirit for akherat and always keep smile….to be continue Insya Allah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: