RSS

Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 104

12 Mar

IhsanAssalamulaikum

Segala puji hanya milik Allah ta’ala, dzat yang maha sempurna yang tidak butuh sama sekali kepada siapapun dan apapun, dzat yang sangat mengetahui akan diri kita dibanding diri kita sendiri, sebab Allah ta’ala yang menciptakan kita sehingga Dzat Pencipta jauh lebih mengetahui akan ciptaannya. Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Rasulullah Shalallahualaihiwassalam.

Saudaraku Kaum Muslimin
Pada kesempatan ini, Insya Allah kita akan belajar dan membahas tafsir surat Al-Baqarah ayat 104, sebagai rujukan utama ana menggunakan kitab tafsir karya Syeikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi Hafidhahullah Ta’alayang berjudul نداءاتالرحمنلأهلالإيمان “Panggilan Ar-Rahman kepada Orang Beriman”. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu, iman dan amal kita semua sebagai bekal bagi kehidupan yang hakiki yaitu kehidupan di akherat kelak. Kita memohon kepada Allah ta’ala semoga penulis dan pembaca tulisan ini bisa berkumpul di syurganya Allah ta’ala. Amin

Saudaraku Kaum Muslimin
Mari kita mulai pembahasannya so don’t miss it

Allah ta’ala berfirman
يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوالَاتَقُولُوارَاعِنَاوَقُولُواانْظُرْنَاوَاسْمَعُواوَلِلْكَافِرِينَعَذَابٌأَلِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa`ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih” (QS. 2 : 104)

Saudaraku kaum Muslimin
Seruan ini merupakan seruan atau panggilan Allah ta’ala kepada hamba-hambanya yang beriman, Allah ta’ala memanggil mereka dengan gelar, sebutan “orang-orang yang beriman”, apa faidahnya dari panggilan ini?

Saudaraku kaum Muslimin
Ketahuilah bahwa seorang mukmin ia hidup berlandaskan atas keimanan yang ada dalam dirinya, ketika ia mendengar, ketika ia berfikir, ketika ia melaksanakan sesuatu, ketika ia meninggalkan sesuatu maka seorang mukmin pasti berlandaskan keimanannya sehingga akan jauh berbeda dengan orang-orang kafir, sehingga tidaklah seseorang mendengar sesuatu, berfikir sesuatu, dan melaksanakan sesuatu kecuali ada perintah dari Allah ta’ala dan begitupun sebaliknya ia tidak akan meninggalkan sesuatu kecuali hal itu memang dilarang oleh Allah ta’ala.

Saudaraku kaum muslimin
Tidaklah Allah ta’ala menyeru terhadap kaum mukminin kecuali di dalamnya mengandung dan berisi beberapa hal, diantaranya: Pertama suatu perintah yang di dalamnya terdapat segala hal yang mengantarkan kita kepada kebahagian dan kesempurnaan. Kedua bisa merupa suatu larangan yang di dalamnya terdapat segala hal yang bisa mengantarkan kepada kesengsaraan dan kerugian. Ketiga, bisa berisi sebuah kabar gembira bagi kaum mukminin. Keempat, bisa berisi sebuah peringatan dan kelima bisa berisi pengajaran yang bermanfaat bagi kehidupan seorang mukmin. Hal ini sebagaimana perkataan Ibnu Mas’ud رضياللهعنه :

إذاسمعتاللهعزوجليقول { ياأيهاالذينآمنوا } فأعرهاسمعكفإنهخيريأمربهأوشرينهيعنه

Jika engkau mendengar Allah ta’ala berfirman “Wahai orang-orang yang beriman” maka dengarkanlah dengan baik, sebab mungkin saja ada sebuah kebaikan yang diperintahkan atau ada sebuah kejelekan yang dilarang untuk melakukannya.

Saudaraku kaum muslimin
Lalu apa perintah atau larangan dalam ayat yang kita bahas? Dalam ayat ini Allah melarang kaum mukminin untuk mengatakan kepada Rasulullah Shalallahualaihiwassalamرَاعِنَا“Raa`ina”lalu Allah ta’ala memerintahkan kaum mukminin untuk mengganti kalimat ini dengan kalimat “Unzhurna”. Lalu apakah yang dimaksud dengan kalimat “Raa’ina”?
Kalimat “Raa’ina” merupakan kata yang sering diucapkan oleh orang-orang munafiq dari kaum yahudi yang dalam bahasa mereka bermakna penghinaan (pelecehan) atau bentuk mengolok-olok Rasulullah Shalallahualaihiwassalam. Sehingga dengan kalimat ini mereka mengolok-olok dan menghina Rasulullah Shalallahualaihiwassalam, sedangkan hokum mengolok-olok Rasulullah Shalallahualaihiwassalam hukumnya adalah kafir.

Oleh karena itu Allah ta’ala melarang kaum mukminin untuk mengucapkan Raa’ina dikahadapan (kepada) Rasulullah Shalallahualaihiwassalam ketika mereka bermajelis dengan Rasulullah Shalallahualaihiwassalam untuk mempelajari Al-Qur’an dan Hikmah. Dan yang wajib kita yakini bahwa ketika Allah ta’ala melarang sesuatu pasti Allah ta’ala menyedikan pengganti yang banyak dan lebih baik, dan dalam ayat ini Allah ta’ala melarang ucapan Raa’ina dan menggantinya dengan perintah untuk mengucapkan Unzhurna yang bermakna tunggulah kami, apa yang mesti ditunggu? Maka ulama mengatakan yang dimaksud adalah “Janganlah terburu-buru (dalam membacakan wahyu) wahai Rasulullah sampai kami menghafalnya atau kami mengambil manfaat (faidah) dari apa yang engkau ucapkan”.

Saudaraku kaum muslimin, dalam ayat ini kita bisa mengambil beberapa faidah :

Pertama, Allah ta’ala memerintahkan orang-orang mukmin untuk memperhatikan dan mendengarkan dengan seksama ketika bertalaqi kepada Rasulullah Shalallahualaihiwassalamuntuk mencari ilmu

Kedua, Allah ta’ala memberitahu orang-orang mukmin bahwa orang-orang kafir dari kelompok yahudi dan yang lainnya mereka mengolok-olok, mempermainkan dan merendahkan Rasulullah Shalallahualaihiwassalamdan atas perbuatan ini mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih baik di dunia maupun di akherat.

Ketiga, Wajibnya beradab kepada Rasulullah Shalallahualaihiwassalam.

Keempat haramnya berlaku buruk kepada Rasulullah Shalallahualaihiwassalam baik dengan ucapan dan perbuatan. Namun dalam hal ini ada perincian yaitu jika perbuatan tersebut didasari atas kebodohan maka perbuatan ini merupakan sebuah keharaman yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam, namun jika pelakunya mengetahui bahwa ucapannya, perbuatannya, dan isyarat badanya merupakan sebuah pelecehan dan perendahan kepada Rasulullah Shalallahualaihiwassalam maka hukumnya adalah kafir yang nyata.

Saudaraku kaum Muslimin
Sebagaimana haram hukumnya kita merendahkan Rasulullah Shalallahualaihiwassalam baik dengan perbuatan, perkataan, dan isyarat tubuh kita, maka haram pula kita merendahkan para pengajar, ustadz, guru, orang tua dan pemimpin kita. Hal ini sebagaimana haramnya mencari-cari aib orang lain dan mengolok-olok orang lain dan pelakuknya dikatakan sebagai orang fasiq jika dia tidak bertobat, sebagaimana firman Allah ta’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim” (Al-Hujurat 11).

Maka saudaraku sebagai penutup dari pembahasan kita ini, maka berhati-hatilah kita jangan sampai berakhlak buruk kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka diantara buah dari pemahaman kita terhadap ayat ini adalah jika disebutkan nama Allah ta’ala atau dibacakan ayat-ayatnya maka wajib bagi kita untuk diam, dan memperhatikan dan melahirkan rasa takut kepada-Nya, janganlah kita meninggikan suara kita atau bahkan ketawa ketika dibacakan ayat-ayatNya. Begitupun ketika dibacakan kepada kita perkataan-perkataan Rasulullah Shalallahualaihiwassalammaka muliakanlah perkataan-perkataan tersebut.
Sekian semoga bermanfaat

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: