RSS

Makna Tauhid

28 Mar

23_12_12_02_47_1311814376.gifSaudaraku kaum Muslimin

Setelah pada postingan ana yang terakhir, kita telah membahas makna dan definisi Ihsan. Pada kesempatan ini, Insya Allah ta’ala kita akan membahas makna Tauhid, selamat mengikuti dan semoga bermanfaat.

Saudaraku kaum Muslimin

Ketahuilah saudaraku tercinta, bahwa seseorang mustahil menjadi ahli tauhid yang murni kecuali ia mengesakan Allah ta’ala dalam tiga perkara, pertama ia mengesakan Allah ta’ala dalam semua jenis Ibadah, inilah yang dinamakan dengan tauhid ibadah atau tauhid uluhiyah.

Kedua, mengesakan Allah ta’ala dalam masalah rububiyah dan ketiga mengesakan Allah ta’ala dalam nama dan sifatnya yang indah dan mulia. Dan Insya Allah ta’ala pada kali ini kita akan mengupas tauhid ibadah sebab tauhid inilah inti da’wah dari semua Nabi dan Rasul Alaihimsalam.

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala

Allah ta’ala berfirman

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ * أَنْ لا تَعْبُدُوا إِلا اللَّهَ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيمٍ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan” (QS. Hud 25-26)

وَاذْكُرْ أَخَا عَادٍ إِذْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ بِالأحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ أَلا تَعْبُدُوا إِلا اللَّهَ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Dan ingatlah (Hud) saudara kaum Ad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al Ahqaaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan): “Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar”. (Al-Ahqaaf 21).

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala
Dari dua ayat di atas, maka sungguh sangat jelas bagi kita bahwa semua Rasul yang diutus Allah ta’ala dating untuk mendakwahkan tauhid (mengesakan Allah ta’ala dalam beribadah).

Selanjutnya wahai saudaraku tidaklah seseorang dikatakan sebagai pengikut dan pecinta Rasulullah Shalallahualaihiwassalam yang sebenarnya sampai ia mengesakan Rasulullah Shalallahualaihiwassalam sebagai satu-satunya manusia yang diikuti. Maka sebagaimana kita beribadah hanya kepada Allah ta’ala maka kita juga wajib melaksanakan ibadah seperti ibadahnya Rasulullah Shalallahualaihiwassalam.

Saudaraku yang ana cintai

Mengikuti Rasulullah Shalallahualaihiwassalam merupakan bagian dari keimanan dan kesempurnaan keislaman seseorang, maka orang yang tidak beriman dan mengikuti Rasulullah Shalallahualaihiwassalam tidaklah dinamakan mukmin dan muslim sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani. Adapun orang yang beriman kepada Rasulullah Shalallahualaihiwassalam dan dengan keimanannya ini ia wajib mengikuti Rasulullah Shalallahualaihiwassalam namun ia lebih mengutamakan hawa nafsunya sehingga menyelisihi Rasulullah Shalallahualaihiwassalam maka ia adalah mubtadi’ sebab ia telah membuat jalan / aturan selain aturan Rasulullah Shalallahualaihiwassalam.

Saudaraku yang ana cintai

Sungguh Allah ta’ala tidak akan menerima ibadah seseorang kecuali dengan petunjuk dan cara yang telah disyariatkan dan dicontohkan Rasulullah Shalallahualaihiwassalam, oleh karena itu maka batillah orang yang melakukan istihsan (menganggap baik sesuatu) dan pemikiran atau pandangan yang menyelisi petunjuk Rasulullah Shalallahualaihiwassalam.

Allah ta’ala berfirman :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali-Imran 31)

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya (QS. Al-Hasyr 7)

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya (QS. An-Nisaa 65).

Sekian dulu semoga bermanfaat, bersambung Insya Allah ta’ala.

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: