RSS

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 172

05 Apr

حلالAssalamulaikumwarahmatullahi wa barakatuh

Saudaraku Kaum Muslimin
Pada kesempatan ini, Insya Allah kita akan melanjutkan pelajaran kita dari tafsir kalam Allah ta’ala, semoga dengan usaha yang amat kecil ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa menjadi wasilah untuk mendapatkan dunia dan akherat.

Saudaraku Kaum Muslimin
Insya Allah pada tulisan ini kita akan membahas firman Allah ta’ala dalam surat Al-Baqarah ayat ke 172.

Saudaraku Kaum Muslimin
Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.”. (QS. 2 : 172)

Saudaraku kaum Muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala :
Janganlah kita sampai lupa wahai saudaraku pembaca, rahasia seruan Allah ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman dengan sifat keimanannya adalah seseorang memiliki kehidupan yang sebenarnya adalah karena ia memiliki keimanan, sebab orang yang memiliki sifat keimanan ia mendengar, berfikir dan berusaha untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan atas dasar keimanannya.

Saudaraku kaum Muslimin
Satu hal yang mesti kita ingat dan yakini adalah tidaklah Allah ta’ala memanggil atau menyeru kaum mukminin, kecuali ada satu perintah yang di dalamnya terkandung banyak sekali kemaslahatan dan kebaikan yang banyak atau berisi sebuah larangan yang di dalamnya terkandung banyak sekali kemadharatan dan membawa pada kebinasaan.

Saudaraku kaum Muslimin
Setelah kita berusaha untuk melaksanakan perintah-perintah Allah ta’ala dan berusaha untuk meninggalkan segala yang dilarang Allah ta’ala, maka kita akan sampai pada derajat takwa, karena itulah itu dari takawa. Sehingga dengan berbekal takwa dan keimanan, maka Insya Allah ta’ala kita akan masuk dalam salah satu dari wali-wali Allah ta’ala di muka bumi ini. Allah ta’ala berfirman :

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ * الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ * لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. Yunus 62 – 64).

Saudaraku kaum Muslimin
Maka wajib bagi seorang mukmin ketika ia membaca atau mendengar ayat-ayat Allah ta’ala yang berisi panggilan dengan seruan “wahai orang-orang yang beriman” untuk memperhatikan dengan seksama, mendengar dengan khusu dan menyiapkan hati yang tunduk, sebab wahai saudaraku di dalam panggilan tersebut berisi berupa perintah atau larangan dari Rabb kita semua yang apabila kita melaksanakan perintah dan menjauhi larangan tersebut atas dasar iman dan mengaharap pahala, maka sampailah kita menjadi salah satu dari wali-wali Allah ta’ala sebagaimana ayat di atas, dan jika hal itu terjadi maka hilanglah segala kesedihan dan kesusahan kita di dunia dan di akherat dan berada dalam puncak keamanan dan kebahagiaan.

Saudaraku kaum Muslimin
Dalam ayat yang kita bahas saat ini Allah ta’ala memerintahkan kaum mukminin untuk memakan segala sesuatu dari rizki Allah ta’ala yang baik berupa bermacam-macam makanan, minuman untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka, sebab secara fitra manusiawi bahwa manusia akan terus hidup ketika terpenuhi kebutuhan makanan, minuman dan udara.

Saudaraku kaum Muslimin
Dalam ayat ini terkandung sebuah perintah untuk memakan sesuatu yang baik, dan perintah ini bersifat wajib sebab hokum asal sebuah perintah adalah wajib. Lalu apa makanan yang baik-baik di sini? Rizki yang baik adalah segala sesuatu yang Allah halalkan bisa berupa daging hewan dan selainnya.

Saudaraku kaum Muslimin
Ayat ini juga merupakan bantahan kepada kaum musyrikin dimana mereka mengharamkan Bahiirah, Saaibah, Washiilah, dan Haam. Bahiirah adalah unta betina yang telah beranak lima dan anak yang kelima itu jantan, lalu unta betina itu dibelah telinganya, dilepaskan, tidak boleh ditunggangi lagi dan tidak boleh diambil air susunya.

Saaibah adalah unta betina yang dibiarkan kemana saja lantaran adanya suatu nadzar (biasanya akan melakukan perjalanan jauh dan berat kalo selamat ia menadzarkan unta). Wasilah adalah seekor kambing betina yang melahirkan anak kembar yang terdiri dari anak jantan dan betina. Maka anak yang jantan dinamakan wasiilah yang tidak boleh disembelih dan harus diserahkan kepada berhala. Haam unta jantan yang tidak boleh diganggu gugat sebab unta ini telah berhasil menghamili unta betina sepuluh kali. Keempat hewan ini diharamkan oleh kaum Musyrikin Jahiliyah untuk dimakan tanpa dalil, maka dalam ayat ini Allah ta’ala memerintahkan orang yang beriman untuk memakan makanan yang baik-baik, termasuk didalamnya adalah ke empat hewan ini.

Saudaraku kaum Muslimin
Dalam ayat ini pula Allah ta’ala memerintahkan kita untuk bersyukur atas nikmat-nikmat yang Allah ta’ala anugrahkan kepada kita, bagaimana cara bersyukur? Bersyukur adalah mengetahui kenikmatan dan memuji orang yang memberikannya, dan menggunakan kenikmatan itu sesuai dengan apa yang diridhai oleh pemberi nikmat. Misalnya mensyukuri nikmat ilmu adalah dengan mengamalkannya dan mengajari orang lain yang belum mengetahuinya, mensyukuri nikmat harta adalah dengan membelanjakannya dalam ketaatan kepada Allah ta’ala dan tidak dalam kemaksiatan, dan mensukuri nikmat badan adalah dengan “melelahkannya” dalam ketaatan kepada Allah ta’ala, untuk beramal shalih dan berlomba dalam kebaikan.

Saudaraku kaum Muslimin
Dalam perintah untuk memakan yang baik-baik ini menunjukan haramnya dan terlarangnya untuk memakan segala sesuatu yang diharamkan Allah ta’ala, dan segala yang diharamkan telah dijelaskan oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya Shalallahualaihiwassalam, misalnya:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. (QS. Albaqarah : 173)

وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil (QS. Al-Baqarah : 188)

Contoh lain adalah khamar dimana Allah ta’ala berfirman فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ “maka berhentilah kamu” (QS. Al-Maaidah) maksudnya berhenti dari minum khamar. Allah juga mengharamkan perjudian, harta riba (banyak/sedikit).

Saudaraku Kaum Muslimin

Rasulullah Shalallahualaihiwassalam juga memperingatkan dari bahaya memakan harta yang diharamkan melalui sabdanya :

إن الله تعالى طيب لا يقبل إلا طيبا وإن الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين فقال تعالى { يا أيها الرسل كلوا من الطيبات واعملوا صالحا } وقال تعالى { يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم } ثم ذكر الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء : يا رب يا رب ومطعمه حرام وملبسه حرام وغذي بالحرام فأنى يستجاب له

“Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rasul, maka Allah telah berfirman: Wahai para Rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal shalih. Dan Dia berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.’ Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut, dan berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhan, wahai Tuhan” , sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana orang seperti ini dikabulkan do’anya”. (HR. Muslim 1015)

Saudaraku Kaum Muslimin
Lihatlah dan cermatilah hadits di atas, betapa besar dampak dari memakan harta haram, dimana orang yang memakan harta haram terhijab atau terhalang dari dikabulkannya do’a. Dan demi Allah Rab semesta alam sungguh amat celaka orang yang do’anya tidak dikabulkan.

Maka wahai saudaraku seiman berhati-hatilah dari memakan harta yang haram, meminum sesuatu yang haram, memakai pakaian yanh haram atau bersenang-senang dengan yang haram.

Saudaraku kaum Muslimin…sungguh yang halal itu banyak, melimpah dan cukup bagi kita. Maka cukupkanlah diri kita dengan segala sesuatu yang dihalalkan Allah ta’ala, sebab kita adalah makhluk dan hamba Allah ta’ala yang wajib untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya. Sungguh tidak masuk akal jika kita sebagai hamba-Nya dan kita menyembah-Nya tetapi kita memakan dari apa yang Ia haramkan….maka wahai saudaraku perhatikanlah firman Allah ta’ala yang kita bahas ini QS. Al-baqarah 172.

Sebagai penutup Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan umatnya dan semoga ana, orang tua ana dan semua kaum muslimin bisa masuk syurga firdaus kelak dan diselamatkan dari fitnah dunia dan neraka amiin!…..wallahua’lam.
Sekian semoga bermanfaat

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: