RSS

Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 178

20 Apr

Al-Qur'anAssalamulaikumwarahmatullahi wa barakatuh
Saudaraku Kaum Muslimin
Pada kesempatan ini, Insya Allah kita akan melanjutkan pelajaran kita dari tafsir kalam Allah ta’ala, semoga dengan usaha yang amat kecil ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa menjadi wasilah untuk mendapatkan dunia dan akherat.

Saudaraku Kaum Muslimin
Insya Allah pada tulisan ini kita akan membahas firman Allah ta’ala dalam surat Al-Baqarah ayat ke 178.

Saudaraku Kaum Muslimin
Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالأنْثَى بِالأنْثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih..”. (QS. 2 : 178)

Saudaraku kaum Muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala :
Apakah kita tahu wahai saudaraku kenapa Allah ta’ala memanggil hambanya yang beriman? Sesungguhnya di antara alas an kenapa Allah ta’ala memanggil hambanya yang beriman adalah untuk mengajarkan kepada orang-orang beriman akan hukum-hukum syar’i yang apabila hukum-hukum syar’i ini tegak di kehidupan masyarakat akan terciptalah keamanan, stabilitas dan barokah dalam kehidupan bermasyarakat. Di antara hukum syar’i yang akan kita bahas dalam ayat ini adalah hukum qishash, dan hukum ini Allah ta’ala wajibkan (fardukan) atas kaum mukminin di antara hikmahnya adalah demi terciptanya keamanan dan stabilitas dalam kehidupan.

Saudaraku kaum Muslimin
Dahulu di zaman arab jahiliyah mereka berkeyakinan atau menganggap bahwa kabilah-kabilah yang ada itu bertingkat-tingkat (kabilah x lebih mulia dari kabilah y misalnya) maka pada saat itu seseorang merdeka diqishash karena membunuh seorang budak, jika budak tersebut berasal dari kabilah yang lebih tinggi dari kabilah yang membunuh, atau seorang laki-laki diqishash karena membunuh seorang wanita jika wanita tersebut berasal dari kabilah yang lebih tinggi daripada kabilah sipembunuh.

Maka Allah ta’ala membatalkan hukum jahiliyah ini dengan ayat ini dan mengajarkan kepada mereka bahwa yang adil adalah seorang merdeka dibunuh karena membunuh orang merdeka, seorang budak dibunuh karena membunuh budak, dan seorang wanita dibunuh karena membunuh wanita. Hukum qishash seperti ini berlanjut sampai Allah ta’ala menurunkan ayat :

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالأنْفَ بِالأنْفِ وَالأذُنَ بِالأذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ

“Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya.” (QS. Al-Maidah 45).

Sehingga hukum yang berlaku adil menurut ayat ini adalah seorang pembunuh dibunuh karena membunuh satu jiwa baik yang ia bunuh seorang budak, seorang merdeka, atau membunuh seorang wanita.

kaum Muslimin
Sungguh Islam agama yang mulia dan sempurna, salah satunya dalam masalah qishash ini…..dalam ayat ini hukum qishash bisa tidak diberlakukan jika keluarga terbunuh memaafkan si pembunuh baik dengan meminta ganti dengan diyat atau si keluarga korban lebih memilih atau mengutamakan pahala dan ganjaran di akherat daripada keuntungan dunia, maka jika hal ini yang dipilih maka bagi si pembunuh tidak ditegakan qishash atau dibebani diyat.

Saudaraku kaum Muslimin
Lalu Allah ta’ala memerintahkan orang-orang mukmin dalam ayat ini dengan firman-Nya “Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya” artinya si pembunuh meminta maaf kepada keluarga korban supaya dilepaskan dari hukum qishash dan keluarga memaafkannya namun dengan meminta diyat, maka Allah ta’ala mengajarkan di sini agar “hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik” yaitu memintanya dengan cara lemah lembut dan menjauhi sifat kasar dan bengis, dan bagi si pembunuh hendaklah agar “membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula)”, yaitu dengan cara menyegarakannya dan tidak mengakhirkannya, dan tidak pula mengurangi jumlah diyatnya.

Saudaraku Kaum Muslimin
Lalu Allah ta’ala mengabarkan dalam ayat ini Allah ta’ala mengabarkan akan kasih sayangnya akan kaum mukminin, dimana Allah ta’ala memberikan pilihan kepada keluarga terbunuh di antara tiga perkara :
Pertama, bisa memaafkan
Kedua, meminta (mengganti) dengan bayaran diyat
Ketiga, menegakkan qishash

Dan hal ini berbeda sekali dengan syariat yang ada pada umat Yahudi dan Nashrani dahulu, dimana Kaum Yahudi tidak ada pilihan diyat, tidak ada pilihan memaafkan namun harus diqishash. Sedangkan kaum Nashrani tidak ada qishash dan diyat namun harus memaafkan. Namun syariat ini (Yahudi dan Nashrani) berdasarkan pada pengetahuan Allah tentang apa yang pas bagi mereka, dan yakinilah bahwa Allah ta’ala mensyariatkan kepada mereka dengan apa-apa yang pas dan cocok bagi mereka sebagai bentuk pengajaran dan pendidikan bagi mereka.

Saudaraku Kaum muslimin
Lalu Allah ta’ala menutup ayat ini dengan firman-Nya “Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu” baik dilakukan oleh keluarga korban atau si pembunuh. Diantara bentuk melampaui batas dari pihak keluarga korban adalah dengan tetap menuntut qishash meskipun telah menerima bayaran diyat. Adapun bentuk melampaui batas dari si pembunuh adalah dengan tidak membayarkan diyatnya. Lalu apa balasan bagi mereka? Allah ta’ala melanjutkan “maka baginya siksa yang sangat pedih”.

Saudaraku Kaum Muslimin
Sebelum ana mengakhiri bahasan ini, ingin ana sampaikan 2 hal sebagai tambahan, yaitu :
Pertama, khilaf yang terjadi dikalangan ulama dalam masalah qishash
Kedua, orang yang tidak ditegakkan qishash atasnya meskipun dia melakukan pembunuhan.

Saudaraku Kaum Muslimin
Para ulama Ahlussunnah berbeda pendapat dalam masalah ini diantaranya :

1. Diqishashnya seorang merdeka karena membunuh seorang budak. Jumhur ulama mengatakan bahwa seorang merdeka tidak diqishash karena membunuh seorang budak namun cukuplah ia mengganti harga budak tersebut kepada tuannya atau mengganti dengan budak yang lain. Jumhur berhujah karena seorang budak itu bagaikan sebuah barang yang bisa diperjualbelikan. Adapun Imam Abu Hanifah Rahimahullah mengatakan bahwa seorang merdeka tetap diqishash karena membunuh budak berdasarkan ayat “jiwa (dibalas) dengan jiwa”. Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa hal ini dikembalikan kepada pemimpin atau hakim dengan melihat mashlahat bisa diqishash bisa juga dengan mengganti budak dan diberikan kepada tuannya.

2. Diqishashnya seorang laki-laki karena membunuh seorang wanita. Imam Hasan Al-Bashri Rahimahullah berpendapat bahwa seorang laki-laki tidak diqishash karena membunuh seorang wanita namun cukup dengan membayar diyat. Sedangkan jumhur ulama berpendapat tetap diqishash dengan alas an ayat Allah ta’ala “jiwa (dibalas) dengan jiwa” dan sabda Rasulullah Shalallahulaihiwassalam : الْمُؤْمِنُونَ تَتَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ “Seorang mukmin setara darah-darah mereka” (Dihasankan oleh Syeikh Albani Rahimahullah dalam kitab صحيح الجامع no 6712).

3. Diqishashnya sekelompok orang karena membunuh satu orang. Jumhur ulama mengatakan bahwa sekelompok orang diqishash karena membunuh satu orang, berdasarkan dalil dari perbuatan Umar Rhadiyallahuanhu yang mengqishash 7 orang yang membunuh seorang remaja. Lalu Umar Rhadiyallahuanhu mengatakan لَوْ اشْتَرَكَ فِيهِ أَهْلُ صَنْعَاءَ لَقَتَلْتهمْ لَوْ اشْتَرَكَ فِيهِ أَهْلُ صَنْعَاءَ لَقَتَلْتهمْ “Seandainya seluruh penduduk shan’a berserikat untuk membunuhnya pasti aku akan mengqishash mereka semua” (HR. Bukhari no 6896)

Saudaraku Kaum Muslimin
Adapun orang yang tidak ditegakkan qishash atasnya meskipun dia melakukan pembunuhan, diantaranya adalah :

1. Tidak diqishâsh seorang Muslim karena membunuh orang kafir, dengan dasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : لاَيُقْتَلُ مُسْلِمُ بِكَافِر “Tidaklah dibunuh (qishâsh) seorang Muslim dengan sebab membunuh orang kafir (HR-Bukhâri no. 111).

2. Tidak diqishâsh seorang ayah karena membunuh naknya, dengan dasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : اَيُقْتَلُ الوَالِدُ بِوَلَدِهِ “Orang tua tidak diqishâsh dengan sebab (membunuh) anaknya” (HR Ibnu Mâjah no. 2661 dan dishahîhkan al-Albâni dalam Irwâ’ al-Ghalîl no. 2214).

Sebagai penutup Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan umatnya dan semoga ana, orang tua ana dan semua kaum muslimin bisa masuk syurga firdaus kelak dan diselamatkan dari fitnah dunia dan neraka amiin!…..wallahua’lam.
Sekian semoga bermanfaat

 

Tags:

One response to “Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 178

  1. abu.halim83@gmail.com

    2 May 2014 at 21:34

    Ana kira harus dirinci ttg hukum qishosh bagi muslim yg membunuh kafir. Karena ijma’ ulama ttg tidak adanya qishos bagi muslim yg membunuh kafir adalah syarat al maqtul ghoiru ma’shum ( yg terbunuh bukanlah org yg mmg halal darahnya unt ditumpahkan; seperti kafir harbi, murtadin, atau pelaku zina muhson), adapun bagi kafir zimmi ataupun kafri musta’man jelas keduanya adalah golongan yg ma’shum. Lihat; kitab al-Jinayat wa Uqubatuha hlm.50, al-Islam Aqidatan wa Syari’atan hlm.331.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: