RSS

Tauhid Nama dan Sifat Allah ta’ala (توحيد الأسماء والصفات)

26 Apr

23_12_12_02_47_1311814376.gifSaudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah, Semoga Allah ta’ala menetapkan kita di atas al-haq. Pada kali ini Insya Allah ta’ala kita akan bahas makna tauhid Asma dan Sifat Allah ta’ala sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya yang baru membahas tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah.

Saudaraku kaum Muslimin
Dinamakan Tauihid Asma dan Sifat merupakan nisbat kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala. Lalu bagaimana kita mengamalkan tauhid ini? Para ulama Ahlussunnah mengatakan bahwa mentauhidkan Allah ta’ala dan nama dan sifat-Nya adalah dengan cara : KITA TIDAK MENAMAKAN ALLAH TA’ALA KECUALI DENGAN APA-APA YANG DISEBUTKAN OLEH ALLAH TA’ALA ATAS DIRINYA ATAU DISEBUTKAN OLEH RASUL-NYA, KITA TIDAK MENSIFATI ALLAH TA’ALA KECUALI DENGAN APA-APA YANG DISEBUTKAN ALLAH TA’ALA ATAS DIRINYA ATAU DISEBUTKAN OLEH RASUSLNYA TANPA DIBARENGI DENGAN TAKYIF, TAMTSIL, TAHRIF, DAN TA’TIL.

Saudaraku Kaum Muslimin
Inilah keyakinan yang benar yang diyakini oleh ulama Ahlussunnah dari dulu sampai sekarang dan sesatlah apa-apa yang diyakini oleh kelompok-kelompok sesat dalam masalah ini, seperti keyakinan kaum المُعَطِّلَةُ yang meniadakan atau menafikan nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala baik seluruhnya atau sebagiannya. Ada juga kelompok المُمَثِلَةُ dimana mereka menyerupakan (memisalkan) nama dan sifat Allah ta’ala dengan makhluknya, dan sungguh Allah ta’ala maha suci dan tinggi dari apa-apa yang diyakini oleh mereka.

Saudaraku Kaum Muslimin :
Dalam mengimani ayat-ayat dan hadits-hadits Nabi Muhammad Shalallahualaihiwassalam yang membicarakan hal ini, maka kita wajib menghindari hal-hal berikut :

Pertama, menghindari تكييف (menanyakan bagaimana bentuknya, menentukan kaifiyatnya, dll) artinya kita diharamkan untuk menjadikan sifat Allah ta’ala dengan menenentukan kaifiyat atau bentuk tertentu dari makhluknya, dan wajib kita Imani bahwa yang tahu tentang kaifiyat (bentuk) sifat Allah ta’ala hanyalah Allah ta’ala.

Kedua, menghindari تمثيل (memisalkan/menyerupakan) artinya kita diharamkan untuk menyerupakan sifat Allah ta’ala dengan sifat makhluknya atau sebaliknya.

Ketiga, menghindari تحريف (memalingkan) artinya kita diharamkan untuk memalingkan makna sifat-sifat Allah ta’ala yang bertentangan dengan makna dhahir nash yang berbicara tentang hal itu.

Keempat, menghindari تعطيل (menolak/meniadakan), artinya kita diharamkan untuk meniadakan atau menolak nama-nama dan sifat Allah ta’ala yang disebutkan dalam nash yang shahih, namun yang wajib bagi kita adalah menetapkan apa-apa yang Allah ta’ala tetapkan.

Saudaraku kaum Muslimin
Allah ta’ala berfirman :

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS. ASY SYURA 11).

Dalam ayat ini Allah meniadakan dirinya serupa dengan makhluk-Nya, namun ayat ini Allah ta’ala menetapkan bahwasanya Dia memiliki sifat mendengar dan sifat Melihat.

Maka yang wajib bagi kita wahai saudaraku adalah menetapkan semua nama-nama dan sifat Allah ta’ala yang telah tetap dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang shahih sesuai dengan keagungan dan ketinggian Allah ta’ala.

Sebagai penutup semoga kita, saudara kita, orang tua kita, dan kaum muslimin semua ditetapkan oleh Allah ta’ala sebagai orang yang bertauhid dan mati di atas Tauhid yang benar. Amiin. Bersambung insya Allah dan semoga bermanfaat.

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: