RSS

Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 183

02 May

2572012-045132AM-1Assalamulaikumwarahmatullahi wa barakatuh

Saudaraku Kaum Muslimin
Pada kesempatan ini, Insya Allah kita akan melanjutkan pelajaran kita dari tafsir kalam Allah ta’ala, semoga dengan usaha yang amat kecil ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa menjadi wasilah untuk mendapatkan dunia dan akherat.

Saudaraku Kaum Muslimin
Insya Allah pada tulisan ini kita akan membahas firman Allah ta’ala dalam surat Al-Baqarah ayat ke 183.

Saudaraku Kaum Muslimin
Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. 2 : 183)

Saudaraku kaum Muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala :
Ketahuilah wahai saudaraku dikarenakan keimanan yang ada dalam hati kita Insya Allah kita terpanggil dengan panggilan Allah ta’ala ini dan panggilan ini merupakan panggilan yang paling mulia sebab sang Penciptalah yang memanggil kita.

Saudaraku kaum Muslimin
Pasanglah telinga kita untuk mendengarkan seruan ini, hadirkanlah hati kita untuk memahami seruan ini, dan siapkalah jiwa kita untuk mengamalkan apa-apa yang kita ketahui dari seruan ini.

Saudaraku kaum Muslimin
Seruan dalam ayat ini ditujukan bagi seluruh orang-orang yang beriman yang berisi tentang wajibnya ibadah puasa di bulan Ramadhan, dan ketika di dalam ibadah shaum itu mengandung مشقة (kesusahan/kepayahan) sebab meninggalkan kebiasaan berupa makan, minum, jima’ memberatkan jiwa manusia, maka Allah ta’ala memberi kabar bahwa ibadah ini mudah sebab Allah ta’ala berfirman :

كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ

“sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu”
“Orang-orang sebelum kamu” adalah orang-orang beriman sebelum kalian yaitu orang-orang yang mengikuti para Rasul عليهم و السلام, dan dalam pepatah arab disebutkan bahwa:

المصيبة إذا عمت خفت

“Sebuah musibah terasa ringan jika menimpa banyak orang”

Saudaraku kaum Muslimin
Shaum bermakna menahan diri dari makan, minum, dan jima’ di mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dibarengi niat untuk bershaum. Allah ta’ala menjelaskan tentang shaum Ramadhan ini dengan firman-Nya :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al-Baqarah 185)

Rasulullah صلى الله عليه والسلام menjelaskan dalam sabdanya :

بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان

“Islam ditegakkan di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada illah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah, menegakan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan bershaum di bulan Ramadhan”

Saudaraku Kaum Muslimin
Di antara bentuk kasih sayang Allah ta’ala kepada hamba-hambanya yang beriman adalah tidak diwajibkannya shaum bagi yang sakit dan orang yang sedang berada di perjalanan dan bisa diganti dihari lain ketika sudah sembuh dan kembali ke kampung halamannya.

Begitupun dengan kaum wanita yang sedang mengalami haid dan nifas tidak diwajibkan shaum namun harus menggantinya ketika suci dari haid dan nifasnya, sedangkan bagi orang yang sakit yang diperkirakan tidak bisa sembuh atau orang yang sudah sangat tua bagi mereka tidak wajib shaum dan tidak wajib mengganti shaumnya, namun wajib memberimakan orang fakir dan miskin setiap satu hari shaum yang ditinggalkan sebanyak satu mud makakan, hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala :

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain (QS. Al-Baqarah 184)

Saudaraku Kaum Muslimin
Ketahuilah wahai saudaraku bahwasanya ibadah shaum merupakan salah satu ibadah yang paling utama dan paling besar pahalanya, Rasulullah صلى الله عليه و السلام pernah mengatakan:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta’ala dari pada harumnya minyak misik” (HR. Bukhari no 1761).

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya”.” (HR. Bukhari 1768)

Saudaraku kaum Muslimin
Rasulullah صلى الله عليه و السلام telah memberikan kabar gembira tentang shaum sunnah dalam beberapa haditsnya, misalnya Shaum 6 hari di bulan syawal, Shaum tanggal 9 dan 10 bulan Muharam, Shaum 9 hari di bulan dzulhijah atau shaum arafah, shaum tiga hari disetiap bulan (tanggal 13,14,15 kalender islam bukan masehi), shaum daud dan shaum Senin – Kamis.
Rasulullah صلى الله عليه و السلام bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ. ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّال. كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian melanjutkan dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka seperti ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

صِيَام ُيَوْمِ عَرَفَةَ أحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ. وَالسَّنَةَ الّتِي بَعْدَهُ

“Puasa pada hari Arofah, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa pada hari ‘Asyuro’, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim)

أفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَ أفْضَلُ الصَّلاةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلاةُ اللَيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yakni bulan Muharrom, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Amal-amal ditampakkan pada hari senin dan kamis, maka aku suka jika ditampakkan amalku dan aku dalam keadaan berpuasa.” (Shahih, riwayat An-Nasa’i)

أوْصَانِى خَلِيْلِى صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاثٍ: صِيَامِ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَى الضُحَى، وَأَنْ أَوْترَ قَبْلَ أَنْ أَنَام

“Kekasihku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari Muslim)

Saudaraku kaum Muslimin
Ketahuilah wahai saudaraku bahwa barangsiapa yang makan, minum, dan jima’ padahal ia sedang shaum, maka batallah shaumnya, dan barangsiapa yang menggibah seorang mukmin, mengumpat seorang mukmin, dan mencelanya sedangkan ia dalam keadaan shaum maka terhapus dan hilanglah ganjaran dan pahala dari shaumnya. Maka berhati-hatilah wahai saudaraku dari segala hal yang bias membatalkan shaum kita dan dari segala yang dapat menghapus pahala shaum kita.

Saudaraku Kaum Muslimin
Ketahuilah wahai saudaraku bahwasanya shaum memiliki banyak faidah baik bagi jiwa kita, kehidupan bermasyarakat, dan kesehatan tubuh kita. Diantara manfaat bagi jiwa dan ruhiyah kita adalah shaum akan melatih dan membiasakan kita untuk bersabar dan akan menguatkan kesabaran, mengajarkan dan memaksa jiwa serta mempersiapkan jiwa untuk bersabar sehingga jiwa akan merasakan manisnya takwa.

Adapun faidah shaum bagi kehidupan bermasyarakat diantaranya adalah mengajarkan masyarakat untuk mentaati peraturan, menciptakan kesatuan, melahirkan keadilan dan rasa kesetaraan. Shaum juga mengajarkan untuk melahirkan sifat cinta dan saying terhadap sesama sehingga akan membawa untuk berbuat ihsan kepada makhluk lain sehingga akan terangkat kemadharatan yang ada di masyarakat.

Saudaraku Kaum Muslimin
Hal yang paling penting dalam masalah shaum ini adalah janganlah sampai kita lupa untuk berniat (tapi tidak ducapkan dan tidak ada ajaran dengan lafad-lafad tertentu), sebab niat merupakan syarat sahnya shaum, hal ini sebagaimana sabda Rasulullah صلى الله عليه والسلام :

لا صيام لمن لم يبيت الصيام من الليل

“Tidak ada shaum bagi orang yang tidak berniat shaum di malam harinya” (HR. Turmudzi dan dishahihkan oleh syeikh Al-Bani).

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى

“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang dia niatkan” (HR. Bukharai dan Muslim)

Saudaraku Kaum Muslimin
Ketahuilah wahai saudaraku barangsiapa yang makan, minum karena lupa, padahal ia sedang shaum maka ia tidak wajib untuk qadha dan membayar kafarah, namun barang siapa yang makan, minum, dan berjima dengan sengaja maka ia wajib mengqadanya dan membayar kafarah yaitu melakukan shaum selama dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin atau memeerdekakan budak, namun hal ini bagi yang mampu. Wallahualam

Saudaraku Kaum Muslimin
Sebagai penutup Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan umatnya dan semoga ana, orang tua ana dan semua kaum muslimin bisa masuk syurga firdaus kelak dan diselamatkan dari fitnah dunia dan neraka amiin!…..wallahua’lam.
Sekian semoga bermanfaat

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: