RSS

Tauhid Mutaba’ah

08 May

23_12_12_02_47_1311814376.gifSaudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah, Semoga Allah ta’ala menetapkan kita di atas al-haq. Pada kali ini Insya Allah ta’ala kita akan bahas makna tauhid Muta’ba’ah sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya yang baru membahas tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Asma dan Sifat

Saudaraku kaum Muslimin :
Kenapa muta’ba’ah dikatagorikan dalam salah satu bagian dari Tauhid? Hal ini dikarenakan الإتباع “mengikuti” haruslah hanya pada satu orang yaitu Rasulullah Muhammad صلى الله عليه والسلام , sehingga tidaklah seorang Muslim dikatakan sebagai orang yang bertauhid sempurna sampai ia mengikuti Rasulullah صلى الله عليه و السلام.

Sehingga makna tauhid mutaba’ah adalah kita mengesakan Rasulullah صلى الله عليه و السلام dalam ittiba’ (mengikuti), maka kita tidak ittiba’ kecuali kepada beliau صلى الله عليه و السلام dengan benar-benar ittiba’.

Allah تعالى berfirman :
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (31) قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ (32)

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.” (QS. Ali Imran 31-32)

Saudaraku Kaum Muslimin
Dalam ayat di atas menjelaskan bahwa orang yang ittiba’ kepada Rasulullah صلى الله عليه و السلام merupakan orang yang mencintai Allah ta’ala, mencintai Agama-Nya, dan mencitai syariat Allah dan Rasul-Nya صلى الله عليه و السلام.

Allah ta’ala juga berfirman :
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya” (QS. Al-Hasyr 7)

Ayat ini menjadi dalil akan wajibnya menerima dan tunduk akan perintah-perintahnya, mengimani setiap berita yang disampaikannya, beramal dan berhukum dengan apa yang dibawanya (al-qur’an dan sunnah) dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah ketika terjadi ikhtilaf atau perselisihan.

Allah ta’ala juga berfirman
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali” (QS. An-Nisa 115)

Saudaraku Kaum Muslimin
Al-Qur’an surat An-Nisa 115 merupakan bantahan dan peringatan terhadap orang yang membikin bid’ah dalam agama, sebab orang yang membikin bid’ah dalam agama berarti telah menentang Rasulullah صلى الله عليه و السلام, dan inilah makna syahadat Muhammad Rasulullah.

Saudaraku Kaum Muslimin
Sebagai penutup Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah صلى الله عليه و السلام, keluarga, sahabat, dan umatnya dan semoga ana, orang tua ana dan semua kaum muslimin bisa masuk syurga firdaus kelak dan diselamatkan dari fitnah dunia dan neraka amiin!…..wallahua’lam.
Sekian semoga bermanfaat

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: