RSS

TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 208-209

21 May

islamBismillah, Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

Saudaraku Kaum Muslimin
Pada kesempatan ini, Insya Allah kita akan melanjutkan pelajaran kita dari tafsir kalam Allah ta’ala, semoga dengan usaha yang amat kecil ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa menjadi wasilah untuk mendapatkan kebahagian di dunia dan akherat dengan mendapatkan syurga firdaus. Amiin.

Saudaraku Kaum Muslimin
Insya Allah pada tulisan ini kita akan membahas firman Allah ta’ala dalam surat Al-Baqarah ayat ke 208 dan 209.

Saudaraku Kaum Muslimin
Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ فَإِنْ زَلَلْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. 2 : 208-209)

Saudaraku kaum Muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala :
Ketahuilah wahai saudaraku bahwasanya Islam merupakan agama yang sempurna dan sangatlah lengkap, oleh karena itu Islam tidak membutuhkan penambahan dan tidak perlu untuk dikurangi, maka jika ada penambahan maka tambahan tersebut bathil begitupun juga jika ada pengurangan maka rusaklah Islam itu sendiri.

Saudaraku kaum Muslimin
Ana berikan contoh yang sederhana dan mudah dipahami Insya Allah, misalnya shalat maghrib yang jumlahnya ada tiga rakaat, kalau seseorang dengan sengaja menambah satu rakaat, menambah satu sujud atau mengurangi satu rakaat atau mengurangi satu sujud maka batallah shalatnya dengan penambahan dan pengurangan ini, dan ini sudah menjadi Ijma di kalangan ulama Ahlus Sunnah.

Oleh karena itu jika ada seseorang yang berkata “aku mau menerima islam dan memasukinya namun aku tidak mau mengharamkan semua jenis makanan dan minuman yang diharamkan Islam” atau ia mengatakan “aku menerima Islam namun aku tidak menerima hukum ibadah shaum, karena akan melemahkan badanku”, “aku menerima Islam namun aku menolak dengan ketetapan bahwa seorang perempuan menerima setengah dari yang diterima seorang laki-laki dalam harta waris” atau “aku menerima Islam namun aku tidak setuju dengan hukum potong tangan bagi pencuri dan hukum rajam bagi pezina”.

Apakah orang-orang yang mengatakan hal-hal di atas diterima keislamannya? Maka kita jawab tidaklah diterima keislamannya selamnya, hukumnya kafir dan kekal di neraka jika dia mati di atasnya dan belum bertaubat.

Contoh yang lain misalnya ada seseorang yang mengaku muslim namun mengatakan “aku tidak mengakui bahwa seorang muslim yang berdo’a dan beristighosah kepada wali-wali yang telah meninggal, atau bertaqarabub kepadanya dengan bernadzar atau melakukan penyembelihan untuk wali-wali tertentu adalah kafir” maka orang ini telah jatuh kepada kekafiran sebab bernadzar, menyembelih, dan berdo’a kepada selain Allah ta’ala (termasuk wali-wali yang telah meninggal) adalah amalan kemusrikan / kekafiran, sehingga pelakunya tidak diterima keislaman dan keimanannya, walaupun orang ini shalat, shaum, haji, ribath dan berjihad.

Saudaraku kaum Muslimin
Ayat yang kita bahas merupakan panggilan Ilahi bagi orang-orang yang beriman yang berisi tentang haram dan terlarangnya mengurangi dan menambahi syariat Islam ini. Walaupun ayat ini turun berkaitan dengan seorang sahabat yang mulia Abdullah bin Salam رضي الله عنه yang sebelumnya merupakan tokoh dan ahli Ibadah kaum Yahudi yang ada di Madinah, namun karena Ilmu dan sifat qona’ah beliau terhadap kebenaran maka beliau masuk Islam sehingga beliau mendapat jaminan masuk syurga dari lisan yang mulia Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Saudaraku Kaum Muslimin
Setelah Abdullah bin Salam رضي الله عنه masuk Islam, ia bermaksud untuk tetap memuliakan hari sabtu dan membaca kitab taurat dengan anggapan bahwa Allah ta’ala telah mewajibkan orang Yahudi untuk mengagungkan hari sabtu dan taurat juga merupakan kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada nabi Musa alaihissalam, sebelum hal ini beliau lakukan maka beliau meminta izin kepada Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم maka turunlah ayat ini yang berisi perintah kepada orang-orang yang beriman untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan dan larangan untuk meninggalkan atau menambahkan sedikitpun dari ajaran Islam, meskipun berupa pengagungan hari sabtu yang diagungkan dan bentuk ibadah yang diwajibkan Allah ta’ala pada ummat terdahulu, atau mengharamkan daging dan susu unta yang diharamkan pada ummat Yahudi, maka ayat yang kita bahas ini merupakan larangan tentang hal-hal yang disebutkan.

Saudaraku Kaum Muslimin
Ketahuilah wahai saudaraku bahwa dalam ayat ini menjadi dalil bagi seorang mukmin dimana ia tidak punya pilihan kecuali masuk kedalam Islam secara keseluruhan dan tidak ada pilihan pula untuk menerima ajaran Islam sebagian dan menolak sebagian.

Setelah Allah ta’ala memerintahkan hamba-Nya yang beriman agar tuntuk dan patuh secara sempurna dan sebaik-baiknya terhadap Allah ta’ala, Rasul-Nya dalam segala sesuatu yang ada dalam hokum dan syariat Islam, baik secara umum atau secara pribadi, Allah ta’ala melarang hamba-Nya yang beriman untuk mengikuti langkah-langkah syaitan, dimana di antara langkah-langkah syaitan adalah segala perkara yang dihiasi dan dibuat indah sehingga terlihat baik dan Indah di mata manusia tapi mereka tidak sadar, dan atas perbuatannya ini terputuslah mereka dari beribadah kepada Allah ta’ala, maka ia akan binasa sebagaimana syeitan binasa dikarenakan kesombongan, keengganan kepada Allah ta’la.

Saudaraku Kaum Muslimin
Allah ta’ala berfirman tentang larangan untuk mengikuti langkah-langkah syaitan dengan firman-Nya وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ “dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan” karena syaitan merupakan muhuh yang nyata bagi manusia, sebagaimana firman-Nya :

إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah 168)

Saudaraku Kaum Muslimin
Sungguh Allah ta’ala menyifati setan dengan musuh yang nyata, hal ini karena permusuhan dengan setan benar-benar jelas dan terang sehingga tidak samar lagi bagi seorangpun yang memiliki akal yang sehat dan pemahaman yang lurus dan benar. Bagaimana tidak nyata permusuhannya padahal setan memperindah dan menghiasi perbuatan liwath, zina, riba, membunuh, hasad, takabur, ujub, durhaka kepada orang tua, mencelakai kaum muslimin, dan sebaginya diman perbuatan ini merupakan dosa-dosa besar.

Saudaraku kaum Muslimin
Ketauhilah wahai saudaraku bahwa dalam seruan Allah ta’ala dalam ayat ini, menjelaskan tentang jalan kebahagian dan jalan kebinasaan. Jalan kebahagian terletak pada memasuki islam secara keseluruhan dengancara meyakini apa-apa yang diperintahkan untuk diyakini, mengatakan apa-apa yang harus dikatakan, mengamalkan apa-apa yang harus diamalkan, dan menjauhi apa-apa yang diperintahkan untuk dijauhi.

Adapun jalan kebinasaan yang dijelaskan dalam ayat ini adalah mengikuti langakah-langkah setan, dimana setan menampakkan segala sesuatu yang buruk seakan-akan baik dan sebaliknya menampakkan sesuatu yang baik seolah-olah buruk.

Saudaraku Kaum Muslimin
Ketika seseorang mencintai apa-apa yang dicintai Setan dan membenci apa-apa yang dibenci setan, maka ia telah menjadi wali-wali dan penolong setan yang akan membawa pada kerugian sebagaimana firman Allah ta’ala :

قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata” (QS. AZ-ZUMAR 15).

Saudaraku Kaum Muslimin
Kemudian Allah ta’ala melanjutkan di ayat ke 209 “Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” ini merupakan ancaman yang sangat keras. Ancaman bagi orang yang menyimpang, penyimpangan berupa menambah-nambahi ajaran Islam, mengurangi ajaran Islam atau bahkan mengganti ajaran islam.

Sungguh wahai saudaraku segala apa yang menimpa kaum Muslimin berupa kehancuran, kebinasaan, kehinaan diakibatkan karena meninggalkan apa-apa yang diwajibkan Allah ta’ala dan jatuh / terjerumus terhadap dosa-dosa yang telah dilarang dan diharamkan Allah ta’ala, sehingga cukuplah ayat yang kita bahas sebagai peringatan dan ancaman.

Sebagai penutup Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan umatnya dan semoga ana, orang tua ana dan semua kaum muslimin bisa masuk syurga firdaus kelak dan diselamatkan dari fitnah dunia dan neraka amiin!…..wallahua’lam.
Sekian semoga bermanfaat

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: