RSS

Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 254

30 Jun

Al-Qur'anBismillah Assalamualaikum……!
Saudaraku kaum Muslimin, Insya Allah pada tulisan kali ini kita akan membahas tafsir surat Al-Baqarah ayat 254.

Ana berdo’a semoga tulisan singkat ini menjadi pahala bagi ana dan antum semua yang membacanya. Disaat bumi menjadi saksi, disaat catatan amal ditampakan, disaat mulut terkunci dan tangan, kaki, kulit bersaksi atas diri kita, disaat harta tidak berguna, disaat jabatan dan anak tidak bias membela kita, kecuali amalan shalih yang kita bawa.

Saudaraku Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لا بَيْعٌ فِيهِ وَلا خُلَّةٌ وَلا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim” (QS. Al-Baqarah : 254)

Saudaraku Kaum Muslimin
Dalam ayat ini Allah ta’ala memanggil hambanya dengan gelar “orang yang beriman”, sebab seseorang muslim itu hidup dengan keimanannya dan iapun beramal atas dasar iman. Allah ta’ala menyeru hambanya untuk menginfaqan harta-harta yang Allah ta’ala anugrahkan.

Ifaq untuk jihad di jalan Allah, infaq untuk memenuhi kebutuhan faqir miskin, infaq untuk menjaga agama dan kaum Muslimin, dan menghindari Infaq di Jalan syaitan.

Saudaraku dalam ayat ini Allah mengatakan bahwa harta yang ada pada kita merupakan anugrah dari-Nya dan bagian dari rahmat dan Kasih Sayang-Nya.

Berkat rahmat-Nya pula kita diperintahkan untuk menginfaqan sebagiannya saja dan tidak semuanya dimana Allah ta’ala mengatakan مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ “sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu”.

Saudaraku apakah ada orang yang menginfaqan hartanya di jalan syaitan?
Demi Allah wahai saudaraku banyak orang yang menginfaqan hartanya di jalan Syaitan, dimana ia menghabiskan hartanya dalam kemaksiatan kepada Allah ta’ala, habis untuk berjudi, berzina, minuman keras, habis untuk sesuatu yang melalaikan dan main-main, bahkan harta habis untuk makan dan minum yang halalpun bisa menjadi infaq di jalan syaitan jika dalam hal ini berlebih-lebihan dan mubadzir.

Saudaraku……! Camkanlah catatlah dalam hati dan pikiran kita bahwa ketika ada peluang untuk melakukan kebaikan, lakukanlah secepatnya dan jauhi sifat menunda-nunda dan mengatakan “nanti”, termasuk dalam berinfaq seperti dalam ayat ini, kenapa?

Saudaraku….lihatlah lanjutan ayatnya Allah ta’ala berfirman :

مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لا بَيْعٌ فِيهِ وَلا خُلَّةٌ وَلا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim

Saudaraku…..sungguh waktu yang kita miliki di dunia itu amat sangat singkat, padahal kita semua sedang menuju hari yang kekal abadi yaitu hari kiamat, maka dengan Rahmat-Nya Allah ta’ala menyeru hambanya untuk bersegera beramal shalih (berinfaq) ketika hidup di dunia sebelum datangnya kematian, sebab ketika kematan itu dating terputuslah semua pintu-pintu amal shalih, yang ada hanyalah menghadapi pertanggung jawaban atas amal-amal yang dilakukan ketika hidup di dunia, ketika amalan itu baik maka akan mendapatkan balasan yang baik dan begitupun sebaliknya ketika amalannya buruk, maka keburukan pula balasannya.

Saudaraku…..! ketika seseorang meninggal dunia maka ia masuk ke negeri akherat yang tidak bermanfaat lagi jual beli, ketika kita tidak memiliki apa-apa maka kitapun tidak bias membelinya dan tidak ada satu orangpun yang menjualnya, itulah negeri akherat. Tidak ada lagi teman setia, tidak ada lagi syafaat kecuali dengan izin Allah ta’ala.

Saudaraku…! Allah ta’ala menutup ayat ini dengan memberikan peringatan kepada hamba-Nya untuk menghindari sifat kufur, Allah ta’ala mengatakan وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ “Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim”.

Saudaraku….! Kufur itu ada dua, ada kufur millah (agama) da nada kurur nikmat, namun pelakunya sama-sama disebut sebagai orang dhalim, dan orang-orang dhalim diancam dengan siksaan yang pedih sebagaimana firman Allah ta’ala :

يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ وَالظَّالِمِينَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Dia memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang lalim disediakan-Nya azab yang pedih” (QS. Al-Insan 31)

Kalau ada yang bertanya apa perbedaan antara kufur millah dengan kufur nikmat, maka kita katakan:

Kufur millah adalah penolakan seorang hamba terhadap sebagian syariat Islam atau seluruhnya seperti Yahudi, Nashrani, Majusi dll. Sehingga kufur millah adalah orang yang menolak untuk masuk ke dalam Islam.

Adapun kufur nikmat adalah ketiadaan seorang hamba untuk mengenal bahwa kenikmatan itu datangnya dari Allah, tidak mensyukuri nikmat tersebut, dan menggunakan nikmat tersebut pada hal-hal yang tidak diridhai-Nya.

Saudaraku…..! Namun hakikat dhalim adalah meletakan sesuatu tidak pada tempatnya. Allah ta’ala adalah yang memberi kita rizki, namun kita bakhil dan rakus akan rizki tersebut, sehingga membawa kita menjadi orang yang enggan untuk mengeluarkan zakat, tidak mau mengetahui tentang kewajiban-kewajiban yang ada pada harta, maka inilah hakikat dhalim sehingga terancam dengan adzab yang pedih.

Saudaraku semoga dengan memahami ayat yang kita bahas hati kita tergerak untuk menginfaqkan sebagian harta kita minimalnya harta-harta yang wajib kita keluarkan yang melekat pada harta kita.

Alhamdulillah serta Shalawat dan Salam semoga tercurah kepa Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: