RSS

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 264

02 Oct

صدقةBismillah Assalamualaikum……!

Saudaraku kaum Muslimin, Insya Allah pada tulisan kali ini kita akan membahas tafsir surat Al-Baqarah ayat 264.

Ana berdo’a semoga tulisan singkat ini menjadi pahala bagi ana dan antum semua yang membacanya. Disaat bumi menjadi saksi, disaat catatan amal ditampakan, disaat mulut terkunci dan tangan, kaki, kulit bersaksi atas diri kita, disaat harta tidak berguna, disaat jabatan dan anak tidak bisa membela kita, kecuali amalan shalih yang kita bawa.
Saudaraku Allah ta’ala berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لَا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir” (QS. Al-Baqarah : 264)

Saudaraku Ingatlah wahai saudaraku bahwa rahasia dari seruan Allah ta’ala terhadap orang-orang yang beriman adalah bahwasanya orang-orang yang beriman itu hidup, melihat, mendengar, melaksanakan ketaatan, meninggalkan kemaksiatan didasarkan pada keimanannya.

Saudaraku…….diantara tanda dari benarnya iman seseorang adalah ia membenarkan segala sesuatu yang diberitakan oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم salah satunya adalah beriman dalam masalah ruh dalam setiap jasad atau tubuh seseorang, jasad bisa bergerak dan mendapatkan apa yang dibutuhkan jasad selama ruhnya ada bersamanya, namun apabila ruh dan jasad berpisah maka terjadilah kematian.

Saudaraku…..perhatikanlah terhadap seruan Allah ta’ala dalam ayat ini dimana Allah ta’ala melarang kita untuk membatalkan pahala sedekah yang kita keluarkan, yaitu hilangnya salah satu manfaat dari sedekah berupa bersih dan sucinya jiwa dan ruh kita, sebab sedekah merupakan ibadah yang dapat mensucikan jiwa kita ketika sedekah ini terbebas dari segala yang dapat membatalkannya.

Saudaraku……di antara hal yang dapat membatalkan sedekah kita dalam ayat ini adalah :

Pertama, المن (menyebut-nyebutnya). المن merupakan salah satu dosa besar sebab sifat ini merupakan salah satu dari tiga sifat yang disebutkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
ثَلاثَةٌ لا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ : الْمَنَّانُ بِمَا أَعْطَى ، وَالْمُسْبِلُ إِزَارَهُ ، وَالْمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ

“Tiga kelompok dimana Allah ta’ala tidak akan berbicara dengan mereka pada hari kiamat, tidak melihat mereka, tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksaan yang pedih : (1). Orang yang menyebut-nyebut apa-apa yang ia berikan (2). Orang yang celana/sarungnya isbal (3). Orang yang jual beli dengan sumpah palsu” (HR. Muslim 1/71).

Saudaraku….hakikat المن adalah menyebut-nyebut dan menghitung-hitung sedekahnya di hadapan orang-orang yang dikasih sedekah dari kaum muslimin dengan tujuan untuk meninggikan derajat di hadapannya. المنان adalah orang yang tidaklah ia memberikan sesuatu kecuali ia selalu menyebut-nyebutnya di hadapan orang yang diberi.

Saudaraku…..maka berhati-hatilah dari sifat ini, sebab sifat ini menghilangkan pahala sedekah kita bahkan bukannya pahala dan keridhaan Allah ta’ala yang kita dapatkan, namun justru adzab dan kemarahan-Nya yang kita terima.

Kedua الْأَذَى “menyakiti”, الْأَذَى secara bahasa adalah segala sesuatu yang dapat menyakiti seseorang, baik dalam perkara agamanya, kehormatannya, badannya, atau hartanya. الْأَذَى “menyakiti” di sini merupakan perkara yang membatalkan pahala sedekah seseorang, berupa perbuatan yang melampaui batas terhadap orang yang menerima sedekah, merendahkannya dengan kata-kata dan dengan ucapan yang dibenci penerima sedekah.

Sudaraku “menyakiti” orang yang diberi sedekah merupakan sebuah dosa besar, apalagi orang tersebut salah seorang di antara orang-orang yang beriman, padahal orang mukmin adalah wali Allah ta’ala, dimana Allah ta’ala berkata dalam hadits qudsi :
مَنْ عَادَى ليَ وَلِيّاً ، فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ

“Barangsiapa memusuhi (menyakiti) wali-Ku maka Aku telah mengumkan perang dengannya” (HR. Muslim).

Ketiga الرياء (Riya) secara sederhana riya adalah memperlihatkan amalan ibadah di hadapan manusia dengan harapan mendapat pujian dari manusia, atau dengan harapan mencegah celaan manusia kepadanya, dan inilah hakekat seorang yang riya.

Saudaraku riya merupakan amalan yang akan menghapuskan pahala setiap amal yang tercampur di dalamnya riya, sehingga amalan yang dilakukan yang asalnya mampu untuk membersihkan dan mensucikan jiwa justru mengotori jiwa.

Dalam ayat ini perbuatan riya menghapuskan amalan sedekah seseorang sebagaimana kedua sifat yang telah ana sebutkan di atas, sebab Allah ta’ala berfirman :
لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ
“janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya”

Saudaraku….Riya dalam sedekah membatalkan pahala sedekah sebagaimana المن (menyebut-nyebutnya) dan الْأَذَى “menyakiti” namun riya jauh lebih umum dalam menghapuskan pahala kebaikan tidak hanya dalam sedekah namun juga menghapuskan pahala semua kebaikan seperti menghapuskan pahala shalat, dzikir, qiroatul qur’an, haji, umrah, jihad, amar ma’ruf nahi mungkar.

Saudaraku….maka dari sini kita ketahui bahwa riya jauh lebih berbahaya daripada المن (menyebut-nyebutnya) dan الْأَذَى “menyakiti”…lalu kenapa seseorang bisa riya dalam beramal shaleh ? maka Allah ta’ala menjelaskan dalam lanjutan ayatnya bahwa orang yang riya disebabkan lemahnya keimanannya terhadap Allah ta’ala dan hari akhir, sebagaimana firman Allah ta’ala :

وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian”

Saudaraku…..maka dari sini kita simpulkan orang mukmin tidaklah sengaja membatalkan amalan kebaikannya dengan riya dan selainnya.

Saudaraku…….Allah ta’ala melanjutkan tentang pahala orang yang memiliki ketiga sifat di atas فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا “Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah).”

Saudaraku…….ketika nasib pahala sedekah seperti yang dijelaskan di atas……lalu apa yang diharapkan dari sedekah? Allah ta’ala mengatakan :

لَا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
“Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”

Saudaraku…….sungguh amalan sedekah mereka tidak mereka miliki dan tdak membuat mereka bahagia baik di dunia maupun di akherat, dan dari sini menjadi isyarat bahwa orang yang menyebut-nyebut sedekahnya, menyakiti orang yang disedekahi, dan yang riya dalam bersedekah dekat dengan kekafiran minimalnya kufur nikmat harta dengan meninggalkan bersyukur atas nikmat tersebut dan menggunakannya dalam perkara yang dibenci Allah ta’ala.

Maka suadaraku berhati-hatilah dari perkara-perkara yang dapat menghapuskan pahala sedekah kita, dimana yang awalnya sedekah itu dapat membersihkan dan mensucikan jiwa kita justru malah menjadi penyakit dan mengotori jiwa kita.

Saudaraku…….sekian dulu yang bisa ana tuliskan semoga bermanfaat semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi tercinta Muhammad صلى الله عليه وسلم .

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: