RSS

MENGENAL PENYAKIT NIFAQ

31 Jan

النفاقSaudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah, Semoga Allah ta’ala menjauhkan ana dan antum semua dari penyakit nifaq, dan pada kali ini Insya Allah ta’ala kita akan sedikit mengenal tentang masalah nifaq.

Saudaraku kaum Muslimin :

Secara bahasa nifaq adalah الدخول من مكان والخروج من مكان آخر “masuk dari satu tempat dan keluar dari tempat lain (yang berbeda)”, ada juga yang mengatakan nifaq adalah مخالفة الظاهر للباطن “berbedanya keadaan dhahir dengan keadaan batin”.

Adapun secara syar’i nifaq Sebagian ulama membagi menjadi 2 jenis :

Pertama النفاق الإعتقادي (nifaq keyakinan) yaitu seseorang yang menampakan Islam secara dhahir namun batinnya kafir terhadap Islam, sehingga orang seperti ini muslim secara dhahir (sehingga ia diperlakukan secara Islam selama ia menampakan keisalamannya, namun apabila nampak kemunafikannya maka ia kafir secara dhahir dan bathin) namun kafir dan zindiq secara batin dan apabila ia mati dalam keadaan ini ia akan dileparkan ke neraka yang paling dasar.

Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka, Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar” (An-Nisa 145-146).

Kedua, النفاق العمالي (Nifaq amal perbuatan) sebagaimana disebutkan dalam dua hadits berikut :

آيةُ المُنافقِ ثلاثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعدَ أخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ أنَّهُ مُسْلِمٌ

“Ada tiga hal yang meruapak tanda seorang munafiq : ketika ia berbicara ia berdusta, ketika ia berjanji ia menyelisihinya, dan ketika diberi amanah ia berkhianat, meskipun ia shaum, shalat, dan mengaku sebagai seorang Muslim” (HR. Bukhari 15 dan Muslim 58).

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

“Ada empat perkara yang barangsiapa memiliki semuanya maka ia murni seorang munafiq dan barangsiapa memiliki salah satunya maka ia memiliki salah satu sifat orang munafiq sampai ia meninggalkannya: pertama apabila ia diberi amanah ia berkhianat, kedua apabila ia berkata ia berdusta, ketiga apabila ia berjanji ia mengingkarinya, keempat apabila ia berselisih maka ia berbuat fajir” (HR. Bukhari 34 dan Muslim 59).

Sebagian ulama membagi nifaq kedalam Nifaq akbar (besar) dan Nifaq Ashgar (kecil), nifaq besar menyebabkan pelakunya keluar dari Islam sedangkan nifaq kecil tidak menyebabkan pelakunya keluar dari islam namun merupakan salah satu dari dosa-dosa besar.

Nifaq besar tidak keluar (terjadi) dari seorang yang beriman, sedangkan nifaq kecil bias terjadi pada seorang Muslim.

Pelaku nifaq besar pelakunya kekal di neraka sedangkan pelaku nifaq kecil tidak menyebabkan kekal di neraka.

Nifaq besar jika terjadi pada seorang Muslim maka ia dihukumi keluar dari agama (murtad), sedangkan nifaq kecil jika terjadi pada seorang Muslim maka ia dihukumi seorang yang fasiq dan tidak murtad.

Para ulama Rahimahumullah menyebutkan bahwa nifaq besar ada enam macam:

Pertama, Mendustakan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam
Kedua, mendustakan sebagian yang dibawa Rasulullah Shalallahualaihiwassalam
Ketiga, membenci Rasulullahu shalallahualaihiwasalam
Keempat, membenci apa-apa yang dibawa Rasulullah shalallahualaihiwassalam atau sebagiannya
Kelima, merasa senang atas kekalahan (kemunduran) agama Rasulullah shalallahualaihiwassalam
Keenam, membenci atas kemenangan (kemulian) agama Rasulullah shalallahualaihiwassalam.

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala, sebagai penutup ana tuliskan beberapa perkataan para ulama berkaitan dengan penyakit nifaq.

Syeikh Shalih Al-Fauzan hafidhahullah mengatakan : “Barangsiapa yang di dalam dirinya terkumpul empat perkara ini (4 alamat nifaq kecil yang disebutkan di atas) maka terkumpullah seluruh keburukan di dalam dirinya” (عقيدة التوحيد hal 108)

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan : “Dan banyak di antara kaum Muslimin yang terjerumus ke dalam salah satu sifat dari sifat-sifat kemunafiqan kemudian Allah mengampuninya” (الإيمان hal 238).

Imam Hasan Al-Bashri Rahimahullah mengatakan : “tidaklah merasa aman dari sifat nifaq kecuali ia seorang munafiq, dan tidaklah seorang merasa takut dari sifat nifaq kecuali ia seorang mukmin”.

Beberapa contoh lain dari perbuatan nifaq amali yang disebutkan ulama yang lain :
1. Malas untuk melaksanakan shalat berjamaah, shalat isya dan shalat shubuh
2. Bermuka dua
3. Berteman dengan orang-orang munafiq
4. Malas berjihad di jalan Allah ta’ala

Semoga tulisan ini menjadi ladang amal shalih bagi ana dan orang yang ikut serta dalam selesainya tulisan ini dan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi antum semua yang membacanya.

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: