RSS

BAHAYA MENYEKUTUKAN ALLAH / SYIRIK

12 Mar

الشركSaudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah, Semoga Allah ta’ala menjauhkan ana, keluarga ana, dan antum semua dari penyakit bahaya kesyirikan, dan pada kali ini Insya Allah ta’ala kita akan sedikit mengenal tentang masalah bahanyanya kesyirikan.

Saudaraku kaum Muslimin :
Secara bahasa syirik diambil dari kata الإشتراك والمشاركة “persekutuan atau persyerikatan” sedangkan secara istilah syirik adalah menjadikan selain Allah ta’ala sekutu bagi-Nya, dalam uluhiyah-Nya, Rububiyah-Nya dan dalam nama-nama dan sifat-Nya.

Kesyirikan yang umum terjadi di kalangan manusia adalah kesyirikan dalam masalah uluhiyah baik berupa beribadah kepada selain-Nya atau beribadah kepada Allah ta’ala namun juga beribadah kepada selain-Nya, seperti berdo’a, menyembelih, shalat untuk/kepada selain-Nya. Termasuk dalam hal ini meminta atau mencari berkah dengan benda mati seperti makam, keris dll.

Berikut beberapa bahaya syirik :

Pertama, Dosa syirik dosa yang tidak terampuni sampai pelakunya bertaubat dari kesyirikannya dan mentauhidkan Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” (An-Nisa 48).

Kedua, dosa syirik merupakan kesesatan yang nyata (pelakunya tersesat yang sesesat-sesatnya) sehingga pelaku kesyirikan jauh dari kebenaran, jauh dari petunjuk, pelakunya jauh dari (masuk) syurga dan pelakunya kekal di neraka. Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (An-Nisa 116).

Ketiga, Allah ta’ala berfirman :

لَقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ ٱلْمَسِيحُ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍۢ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun” (Al-Ma’idah 72)

Saudaraku perhatikan ayat al-maidah di atas, dimana ayat tersebut menunjukan akan kafirnya orang-orang nashrani dan kafirnya orang-orang musyrik, sehingga diharamkan bagi mereka syurga dan nerakalah yang kekal tempat kembali mereka jika mereka mati dan tidak taubat dari dosa kesyirikan.
Dari sini kita mengetahui bahwa sesatnya orang yang menda’wahkan penyatuan agama atau paham pluralisme yang saat ini gencar, dimana mereka tersesat dan berkutat dalam kebodohan, kelompok ini pun mengingkari da’wah tauhid.

Keempat Allah ta’ala berfirman :

حُنَفَآءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِۦ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ ٱلطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ ٱلرِّيحُ فِى مَكَانٍۢ سَحِيقٍۢ

“dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh” (Al-Haj 31)

Ayat ini menunjukan bahwa kesyirikan melemparkan / membawa pelakunya ke dalam kesesatan, menjatuhkan pelakunya ke neraka jahim seperti orang yang jatuh dari langit, tubuhnya bercerai berai sehingga ia mengalami kebinasaan yang sebenar-benarnya.

Kelima, Allah ta’ala berfirman :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌۭ

“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar” (Luqman 13).

Saudaraku dari ayat ini kita mengetahui bahwa kesyirikan adalah kedhaliman yang paling dhalim, dosa besar yang paling besar, kejelekan yang paling. Dhalim adalah menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya, maka barangsiapa yang menyekutukan Allah (misal dalam beribadah) maka ia telah meletakan ibadah bukan pada tempatnya atau menyerahkan ibadah bukan kepada yang berhak, maka inilah kedhaliman yang paling dhalim.

Keenam, Allah ta’ala berfirman :

ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan” (Al-An’aam 88)

Saudaraku…..dari ayat ini kita tahu bahwa syirik besar membatalkan semua amalan kebaikan dan jika seandainya para pelaku kesyirikan memiliki kebaikan-kebaikan di dunia maka Allah ta’ala akan memberikan pahalanya di dunia dan pada hari kiamat Allah ta’ala akan membalas kesyirikannya dengan memasukannya ke dalam neraka jahannam dan jahannam merupakan seburuk-buruknya tempat kembali.

Ketujuh, Rasulullah shallahualaihiwasalam bersabda :

مَنْ لَقِىَ اللَّهَ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ دَخَلَ النَّارِ

“Barangsiapa yang bertemu Allah ta’ala dan ia tidak menyekutukannya dengan yang lain-Nya maka ia masuk syurga dan barangsiapa yang bertemu Allah ta’ala sedangkan ia menyekutukan-Nya dengan yang lainnya, maka ia masuk neraka” (HR. Muslim 1/94).

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala, dalam hadits ini menunjukan dampak yang akan dialami oleh orang yang terjerumus dalam syirik besar, dimana ia pasti masuk neraka. Adapun orang yang terjerumus kedalam syirik kecil yang tidak mengeluarkan pelakunya dari agama, maka ia telah terjatuh kedalam salah satu dari dosa besar diancam dengan adzab di dunia dan di akherat namun akhirnya akan masuk syurga.

Sebagian ulama mengatakan bahwa para pelaku dosa besar itu berada di dalam masyiah Allah ta’ala (kehendaknya) jika Allah ta’ala mau maka mengampuni atau menghukumnya dan akhirnya masuk syurga.

Maka wahai saudaraku sebagai penutup dari tulisan ini, ana nasihatkan kepada diri ana sendiri dan antum semua agar berhati-hati jangan sampai kita terjerumus ke dalam kesyirikan, dan jadikanlah da’wah kita ajakan kita nasihat kita yang pertama dan utama adalah agar semua manusia mentauhidkan Allah ta’ala

Semoga tulisan ini menjadi ladang amal shalih bagi ana dan orang yang ikut serta dalam selesainya tulisan ini dan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi antum semua yang membacanya.

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: