RSS

Tafsir Surat Al-Baqarah 278 – 280

16 Mar

ribaSaudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah, Semoga Allah ta’ala menetapkan kita di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah, menunjukan kepada kita jalan yang benar, . Pada kali ini Insya Allah ta’ala kita akan membahas Tafsir surat Al-Baqarah ayat 278-280.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَذَرُوا۟ مَا بَقِىَ مِنَ ٱلرِّبَوٰٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ * فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا۟ فَأْذَنُوا۟ بِحَرْبٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَٰلِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ *

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” (Al-Baqarah 278 – 280).

Ketahuilah wahai saudaraku panggilan Allah ta’la ini ditujukan kepada orang-orang yang beriman dimana mereka orang-orang yang beriman diperintahkan dengan dua perkara yang agung :

Pertama, perintah untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, bertakwa kepada-Nya dengan cara mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya Shalallahualaiiwassalam. Sungguh kita tidak akan pernah terlepas dari adzab dan kemarahan Allah ta’ala kecuali dengan patuh dan tunduk kepada Allah ta’ala.

Sungguh wahai saudaraku seseorang dikatakan tunduk dan patuh jika ia mencintai apa-apa yang Allah ta’ala cintai, membenci apa-apa yang dibenci-Nya, melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya, dan meninggalkan segala yang dilarang-Nya.

Kedua, perintah untuk meninggalkan sisa harta riba setelah riba itu diharamkan, sebagaimana Allah ta’ala firmankan dalam surat Al-Baqarah ayat 275

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”
Maka barangsiapa yang memiliki sisa riba maka tinggalkanlah sisa riba tersebut (jangan diambil).

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala, sungguh dua perkara penting ini (takwa dan meninggalkan harta sisa riba) amat berat bagi sifat dasar manusia (nafsu), maka Allah ta’ala menggandengkan dan menyebutkan bahwa hal ini akan terasa ringan bagi orang-orang yang memiliki sifat keimanan, keimanan kuat dan keimanan yang benar akan membawa seseorang untuk terus bertakwa dan akan dengan ringannya meninggalkan sisa riba.

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala
Dalam ayat selanjutnya Allah ta’ala memberikan ancaman terhadap orang-orang yang tidak mau bertakwa dan tidak mau meninggalkan riba maka Allah ta’ala mengancam dengan mengatakan : فَأْذَنُوا۟ بِحَرْبٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ “maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu”.

Saudaraku…..apakah mungkin orang yang berperang dengan Allah dan Rasul-Nya akan menang? Mungkinkah akan ditolong? Demi Allah orang yang seperti ini pasti akan merugi dan akan binasa.

Saudaraku setelah itu Allah ta’ala dalam ayat ini memberikan solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak (setelah ia bertaubat dan meninggalkan riba), dimana ia boleh mengambil harta pokoknya saja dan tidak mengambil ribanya. Namun jika yang memiliki hutang itu dalam keadaan susah maka tunggulah sampai ia mampu untuk membayarnya, dan jika rela ia bisa membebaskan hutangnya sehingga itu dihitung sebagai sedekah baginya, maka sungguh Islam memberikan solusi yang sangat baik dan sangat manusiawi.

Sebagai penutup berikut dalil yang berkaitan dengan bahaya riba

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila” (Al-Baqarah 275)

Rasulullah shalallahualaihiwassalam pernah mengatakan

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Rasulullah melaknat orang yang memakan riba, nasabah riba, juru tulis dan dua saksi transaksi riba. Nabi bersabda, “Mereka itu sama” [HR Muslim no 4177].

Semoga Allah ta’ala memberi keitiqomahan kepada kita agar tetap dalam keadaan bertakwa, dan Allah ta’ala menjauhkan kita dari bahaya riba.

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: