RSS

Tafsir Surat Al-Baqarah 282 : Adab dan Akhlak dalam berhutang

20 Apr

DebtBismillah Assalamualaikum……!
Saudaraku kaum Muslimin, Insya Allah pada tulisan kali ini kita akan membahas tafsir surat Al-Baqarah ayat 282.

Ana berdo’a semoga tulisan singkat ini menjadi pahala bagi ana dan antum semua yang membacanya. Disaat bumi menjadi saksi, disaat catatan amal ditampakan, disaat mulut terkunci dan tangan, kaki, kulit bersaksi atas diri kita, disaat harta tidak berguna, disaat jabatan dan anak tidak bisa membela kita, kecuali amalan shalih yang kita bawa.

Saudaraku Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الأخْرَى وَلا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا وَلا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلا تَرْتَابُوا إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلا تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلا شَهِيدٌ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada utangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Baqarah 282).

Ketahuilah wahai saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala bahwasanya harta merupakan penopang kegiatan dan kehidupan dunia, sebagaimana firman Allah ta’ala :

وَلا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا

“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan” (QS. An-Nisa ayat 5)

Saudaraku
Ketika Allah ta’ala melarang kita untuk menyerahkan harta kepada orang yang belum sempurna akalnya seperti wanita, anak kecil dan orang-orang yang lemah akalnya yang tidak tahu dan bodoh dalam hal cara membelanjakan harta, maka apabila kita telah paham hal ini maka alangkah baiknya dan selayaknya kita membahas ayat-ayat yang berkaitan dengan hutang piutang. Yuk kita belajar bersama dan simak terus tulisan ini.

Ada beberapa hukum/faidah yang kita bisa ambil dari ayat ini berkaitan dengan hutang piutang

Pertama, hutang piutang disyariatkan untuk ditulis jika hutang piutang itu lebih dari 3 hari (pembayarannya) dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya”

Kedua, disyariatkannya atau dihalalkannya jual beli salam dalilnya jual beli ini إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى “¬untuk waktu yang ditentukan” namun dalam jual beli ini harus memenuhi syarat di mana jual beli mensyaratkan waktu dan takarannya harus ma’lum atau diketahui, sebagai mana sabda Rasulullah Shalallahualaihiwassalam:
من أسلف في تمر فليسلف في كيل معلوم ووزن معلوم إلى أجل معلوم
“Barangsiapa yang menghutangi tamr, maka hendaklah hutang tersebut timbangan dan waktunya jelas” (HR. Muslim 1604 Shahih Ibnu Majah 2271).

Ketiga, pihak penulis hutang-piutang hendaklah orang yang adil (benar) sehingga ia dalam menuliskannya tidak menambah dan tidak mengurangi sebagai mana firman-Nya :

فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ

“Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar”

Keempat, hendaklah seseorang yang punya kemampuan menulis agar rela hatinya dan mau untuk menjadi juru tulis ketika di minta dan hal ini sebagai bentuk rasa syukur di kepada Allah ta’ala yang telah mengajarkan dan memberi kemampuan kepadanya untuk menulis. Allah ta’ala berfirman :

وَلا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ

“Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis”

Kelima, hendaklah orang yang berhutang mendiktekan utangnya kemudian ditulis oleh penulis sebagai bentuk pengenalannya dan takrir atas utangnya sebagaimana firman-Nya وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ “dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu)” dan ia dilarang untuk mengurangi jumlah utang yang ia miliki, dan ini merupakan tanda orang yang bertakwa (khususnya dalam masalah utang piutang), Allah ta’ala berfirman وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا “dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada utangnya”.

Keenam, jika yang berutang itu lemah (akalnya dll) dan ia tidak sanggup untuk mendiktekannya, maka walinya yang menggantikannya dan ia jangan mengurangi utangnya tersebut.

Ketujuh, disyariatkan adanya dua saksi laki-laki ketika penulisan utang piutang, jika tidak ada maka bisa diganti dengan satu laki-laki dan dua orang perempuan.

Kedelapan, diharamkannya seseorang untuk tidak memberikan kesaksian (jika memang ia sebagai saksi) dalam perkara utang piutang ketika ia dipanggil untuk bersaksi, hal ini sebagaimana firman-Nya وَلا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا “Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil”.

Kesembilan, anjuran untuk tetap menulis utang piutang baik itu skalanya kecil apalagi skala (jumlahnya) besar hal ini sebagaimana firman-Nya وَلا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا “dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar”.

Kesepuluh, tidak ada kewajiban untuk tidak menulis perjanjian atau kesepakatan jual beli yang dilakukan dengan cara cash.

Kesebelas, wajibnya penjual dan pembeli hadir dalam jual beli cash.

Kedua belas, larangan bagi para saksi untuk saling menyulitkan (baik tempat atau waktu).

Ketiga belas, bertakwalah kepada Allah ta’ala yang telah mengajarkan dan menunjukan kepada manusia segala sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akherat mereka, salah satunya dalam perkara akhlak dan adab hutang piutang yang dijelaskan dalam ayat ini.

Semoga tulisan ini menjadi ladang amal shalih bagi ana dan orang yang ikut serta dalam selesainya tulisan ini dan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi ana, antum semua yang membacanya. Amin

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: