RSS

MACAM-MACAM KESYIRIKAN

22 May

الشركSaudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah, Semoga Allah ta’ala menjauhkan ana, keluarga ana, dan antum semua dari bahaya kesyirikan, dan pada kali ini Insya Allah ta’ala kita akan sedikit mengenal tentang jenis-jenis kesyirikan.

Saudaraku kaum Muslimin :
Pada tulisan kali ini ana akan menyebutkan 14 macam kesyirikan yang semuanya bertingkat-tingkat bisa masuk dalam kesyirikan besar ataupun kesyirikan kecil, jenis-jenis kesyirikan diantaranya :

Pertama, شرك في الربوبية (kesyirikan dalam perkara Rububiyah Allah ta’ala) syirik jenis ini misalnya seseorang meyakini bahwasanya selain Allah ta’ala mampu menciptakan, memberikan rizki, menghidupkan, dan mematikan dan sebagainya dari sifat Rububiyah Allah ta’ala. Masuk juga dalam jenis kesyirikan ini adalah keyakinan seseorang bahwa selain Allah ta’ala bersyerikat dengan-Nya dalam perbuatan-perbuatan-Nya, seperti keyakinan bahwasanya wali-wali Allah ta’ala mengatur alam semesta, memberikan rizki terhadap seorang anak, atau wali-wali tersebut mampu menghilangkan atau mengangkat bala (bencana). Contoh yang lainnya dari kesyirikan ini adalah keyakinan bahwa bintang-bintang tertentu mampu menurunkan hujan, menurunkan kebahagiaan, menurunkan kesusahan dan sebagainya. Intinya kesyirikan rububiyah ini adalah menjadikan sifat Allah ta’ala dalam hal rububiyah dan disematkan kepada selain-Nya.

Kedua, شرك في الألوهية (Kesyirikan dalam perkara uluhiyah) yaitu seseorang memalingkan atau menyerahkan jenis dari jenis-jenis ibadah kepada selain Allah ta’ala, seperti menyembelih untuk selain Allah ta’ala, bernadzar dan berdu’a kepada selain-Nya.

Saudaraku sungguh kesyirikan jenis inilah yang paling merajalela dan menimpa kebanyakan manusia, sebab dengan kesyirikan inilah Allah ta’ala mengutus para Rasul-Nya alaihim shalatu wassalam guna melarang manusia dari kesyirikan ini dan mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah ta’ala dan yang paling menyebar luas (dalam kesyirikan jenis ini) di zaman kita sekarang adalah dari kalangan kuburiyin, sufiyin, syiah, rafidah dan manusia-manusia yang terpengaruh dengan mereka.

Ketiga, شرك في الأسماء والصفات (Kesyirikan dalam nama dan sifat Allah ta’ala) yaitu seseorang menyifati sebagian dari makhluk Allah ta’ala dengan sifat-sifat yang khusus untuk Allah ta’ala, seperti mensifati seseorang mengetahui seseuatu yang ghaib (padahal sifat ini khusus Allah ta’ala).
Sebetulnya kesyirikan ini masuk ke dalam kesyirikan Rububiyah, namun para ulama rahimahumullahu ta’ala mengkhususkan jenis kesyirikan ini karena kesyirikan ini merajalela di tengah masyarakat dengan munculnya kelompok bid’ah dan sesat seperti kelompok muathilah, mumatsilah padahal Allah ta’ala telah mensucikan diri-Nya dalam hal ini sebagaimana firman-Nya :
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ
Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakana (QS Ash Shaaffaat 180)

Keempat شرك أكبر (Syirik besar) meliputi di dalamnya syirik keyakinan, syirik rububiyah, syirik uluhiyah, syirik taat, syirik mahabbah, syirik tasyri’, syirik takut dan khosyah, yang kesemuanya ini menyebabkan pelakunya keluar dari islam.

Kelima, شرك أصغر (Syirik Kecil) yaitu segala wasilah atau perantara kepada syirik besar baik yang sifatnya dhahir seperti bersumpah dengan selain Allah ta’ala, atau mengatakan dengan kehendak Allah dan kehendak si fulan. Bisa juga syirik ini sifatnya bathin seperti riya, sum’ah, ujub dan ingin popularitas. Syirik kecil ini tidak menyebabkan pelakunya keluar dari Islam namun wajib atasnya untuk bertaubat.

Keenam, شرك خفي (Syirik Khofi) yaitu seseorang beramal demi kepentingannya sendiri. Syirik jenis ini bisa masuk ke dalam syirik besar dan syirik kecil.

Ketujuh, شرك إعتقاد (Syirik I’tiqodi) yaitu seseorang meyakini bahwasanya selain Allah ta’ala mampu menciptakan, memberikan rizki, menghidupkan, mematikan, atau mengetahui hal ghaib, yang kesemuanya ini menyebabkan pelakunya keluar dari agama.

Kedelapan, شرك عملي (Syirik amali/perbuatan) yaitu setiap amalan yang dihukumi oleh hukum syariat Islam sebagai amalan kesyirikan, baik itu syirik besar seperti menyembelih untuk selain Allah ta’ala, nadzar untuk selain Allah ta’ala, bersujud kehadapan berhala atau kubur.

Kesembilan, شرك لفظي (Syirik perkataan) yaitu setiap ucapan atau lafad yang dihukumi syariat sebagai ucapan kesyirikan. Seperti bersumpah dengan selain Allah ta’ala, seperti seseorang mengatakan “aku bertawakal kepada Allah dan kepada si fulan” “seandainya gak ada Allah dan si fulan pasti akan begini dan begini” dan perkataan yang lainnya. Syirik jenis ini bisa tergolong syirik besar ataupun syirik kecil.

Kesepuluh, شرك التشريع (kesyirikan dalam pembuatan hukum atau undang-undang) yaitu orang yang membuang atau mengesampingan Al-Qur’an dan As-Sunnah atau membuang sebagian dari hukum-hukumnya, lalu ia mengambil hukum hasil pemikiran dan kesepakatan manusia (yang bertentangan dengan syariat) Allah ta’ala berfirman :

أَمْ لَهُمْ شُرَكَٰٓؤُا۟ شَرَعُوا۟ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنۢ بِهِ ٱللَّهُ

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (QS ASY SYURA 21)

Para ulama Rahimahumullah membagi kesyirikan jenis ini kedalam dua katagori. Katagori pertama memakai hukum selain Allah ta’ala yang menyebabkan pelakunya kafir dan keluar dari Islam, mereka adalah orang yang menganggap bahwa hukum yang mereka buat sama dengan hukum Allah ta’ala, menganggap hukum mereka lebih baik dari pada hukum Allah ta’ala, atau mereka menganggap bahwa hukum Allah ta’ala itu sudah tidak pantas, barbar, kejam, dan sebagainya. Maka orang ini hukumnya telah kafir dan keluar dari Islam. Allah ta’ala berfirman :

يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّٰغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوٓا۟ أَن يَكْفُرُوا۟ بِهِ

“Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu” (QS. AN NISAA’ 60).
Masuk dalam jenis ini adalah orang yang rela dan ridha dengan hukum selain Allah ta’ala, maka hukumnya kafir, Allah ta’ala berfirman :
وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰفِرُونَ
“Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (QS. AL MAA-IDAH 44)
ٱتَّخَذُوٓا۟ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَٰنَهُمْ أَرْبَابًۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah” (QS. AT TAUBAH 31)

Katagori kedua adalah orang yang meyakini bahwa hokum Allah ta’ala lebih baik dari hukum buatan manusia, akan tetapi ia menggunakan hukum selain Allah ta’ala karena syahwat, takut ancaman manusia, kebodohan, jenis ini tidak menyebabkan pelakunya keluar dari Islam namun ia telah terjatuh kedalam syirik kecil dan inilah yang paling banyak terjadi di kalangan para pemimpin kaum muslimin saat ini.

Kesebelas, شرك المحبة “Syirik mahabbah/cinta” yaitu seseorang mencintai selain Allah ta’ala sama seperti mencinta Allah ta’ala atau lebih mencintai selain-Nya. Allah ta’ala berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah” (Al-Baqarah 165).
Keduabelas شرك الخوف والخشية “Syirik khauf dan khosyyah” ada pembahasan di tulisan lain Insya Allah ada penjelasan tersendiri.

Ketigabelas شرك القصد والإرادة “Syirik tujuan dan keinginan” yaitu seseorang meniatkan perbuatan amal shalihnya untuk selain Allah ta’ala, tujuannya bukan mengharapkan wajah dan keridhaan Allah ta’ala.

Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullahuta’ala mengatakan : “Adapun syirik niat bagaikan lautan yang tak bertepi/pantai dan sedikit sekali orang yang selamat dari kesyirikan jenis ini, maka barangsiapa yang tujuan dari amal shalihnya selain Allah ta’ala dan memaksudkan sesuatu selain taqarub kepada-Nya, dan mengharapkan balasan dari amalnya dari selain-Nya maka sungguh ia terjatuh dalam kesyirikan jenis ini”.

Ke empatbelas شرك الطاعة “syirik ketaatan” yaitu seorang hamba mentaati orang lain dalam hal menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Allah ta’ala berfirman :

ٱتَّخَذُوٓا۟ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَٰنَهُمْ أَرْبَابًۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah” (QS. At-Taubah 31).

Syirik dalam masalah ketaatan dibagi dalam dua macam :

Pertama, mentaati selain Allah ta’ala dalam kemaksiatan kepada Allah ta’ala dan hatinya ridha dibarengi dengan perasaan bahwa ketaatan ini lebih bermanfaat atau didahulukan daripada ketaatan kepada Allah ta’ala maka ini hukumnya syirik akbar.

Kedua, mentaati selain Allah ta’ala dikarenakan dorongan syahwat atau demi mengejar dunia maka hukumnya tidak syirik akbar namun ia telah terjatuh ke dalam kefasikan dan dosa besar.

Semoga tulisan ini menjadi ladang amal shalih bagi ana dan orang yang ikut serta dalam selesainya tulisan ini dan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi ana, antum semua yang membacanya. Amin

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: