RSS

Tafsir Surat Al-Imran ayat 100 sd 101

02 Jun

صراط المستقيمBismillah Assalamualaikum……!
Saudaraku kaum Muslimin, Insya Allah pada tulisan kali ini kita akan membahas tafsir surat Al-Imran ayat 254.100-101.

Ana berdo’a semoga tulisan singkat ini menjadi pahala bagi ana dan antum semua yang membacanya. Disaat bumi menjadi saksi, disaat catatan amal ditampakan, disaat mulut terkunci dan tangan, kaki, kulit bersaksi atas diri kita, disaat harta tidak berguna, disaat jabatan dan anak tidak bias membela kita, kecuali amalan shalih yang kita bawa.

Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ (100) وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (101).

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Ali-Imran 100 sd 101).

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala
Tanamkanlah dalam hati kita, tulislah dalam jiwa kita bahwa tidaklah Allah ta’ala memanggil orang-orang mukmin dalam Al-qur’an kecuali untuk memerintahkan sesuatu amalan untuk dilaksanakan yang di dalam perintah tersebut terdapat jalan untuk mencapai kebahagiaan di kehidupan dunia dan akherat, atau untuk melarang mereka untuk menjauhi sesuatu yang di dalamnya terdapat hal-hal yang bisa mengantarkan kepada kesusahan dan penyesalan di kehidupan dunia dan akherat.

Dengan memenuhi panggilan Allah ta’ala baik dengan melaksanakan perintah-Nya atau menjauhi larangan-Nya, maka jadilah orang ini masuk ke dalam katagori wali dan kekasih Allah ta’ala, dimana bagi wali Allah ini tidak akan pernah merasa takut dan tidak akan mengalami kesedihan namun mereka mendapatkan kabar gembira atau busyra bahwa kebahagian di dunia dan akherat akan mereka dapatkan dan rasakan.
Sungguh wahai saudaraku bukankah ini sebuah kebahagian yang hakiki?

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala
Dalam ayat yang sedang kita bahas ini Allah ta’ala mengabarkan dan memperingatkan orang-orang mukmin agar tidak mentaati dan mengikuti ahli kitab baik yahudi atau nasrani, yang mana jika orang-orang mukmin mentaati ahli kitab menyebabkan batalnya keislaman mereka.

Allah ta’ala berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا “Hai orang-orang yang beriman” yaitu orang-orang yang ridha Allah ta’ala sebagai Rabbnya, orang yang ridha Islam sebagai agamanya, orang yang ridha Muhammad sebagai nabi dan Rasul-Nya.

Allah ta’ala melanjutkan إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ “jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab”. Camkanlah wahai saudaraku bahwa Ahli kitab dan orang-orang kafir itu hasad dan dengki kepda Islam dan kaum Muslimin, mereka marah dan benci akan tersebarnya cahaya Islam di barat dan di timur. Maka jika seorang mukmin mentaati mereka dalam perkara yang mereka perindah dipandangan kaum mukminin, memperindah kebatilan, kekafiran dan kefasikan, dan mereka menampilkan kepada kita bahwa hukum Islam, Ibadah, adab-adab Islam, akhlak Islam semuanya tidak sejalan dengan Demokrasi dan HAM. Mereka orang-orang kafir juga mempropagandakan bahwa ajaran Islam itu menghambat kemajuan, atau itu hanya berlaku untuk zaman ini.

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala
Sungguh ahli kitab ini dalam hati mereka terdapat kemarahan dan kebencian kepada Islam dan kaum Muslimin, sehingga ketika kaum mukminin mentaati atau mengikuti pemikiran mereka (syubhat mereka), sungguh pada hakikatnya apa yang diikuti dari mereka akan menjerumuskan kepada kebinasaan, meskipun tampaknya indah.

Maka saudaraku….Allah ta’alapun telah mengatakan dalam ayat ini akibat dari mengikuti ahli kitab يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ “niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman”. Maka hati-hatilah dan camkanlah dalam hati kita wasiat ilahiyah ini, yang mana ketika kita memegang wasiat Allah ta’ala dalam ayat ini, sungguh kita akan selamat dan aman dari setiap makar dan tipu daya orang-orang kafir dari Ahli kitab.

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala
Ketahuilah bahwasanya setelah ayat yang mulia ini terdapat kabar gembira bagi kita dan sebesar-besarnya perlindungan bagi kita, surat yang agung yang akan mencegah kita dari tipu daya orang-orang yang hasad kepada Islam dan kaum Muslimin dari kelompok ahli kitab, yang mana mereka sadar dan tahu bahwa ajaran Islam merupakan jalan keselamatan sedangkan jalan kaum Yahudi dan Nashrani adalah jalan yang berakhir dengan kebinasaan dan kerugian.

Namun yang menghalangi mereka dari memeluk Islam adalah rasa cinta yang sangat yang ada pada diri mereka terhadap kekuasaan, banyaknya materi yang mereka dapatkan dari tangan para pengikutnya, hawa nafsu yang telah menguasai jiwa-jiwa mereka, sedangkan Islam melarang mereka dari hal-hal tersebut bahkan melarang untuk mendekati semuanya itu. Akibatnya mereka tetap bertahan dengan kekafiran yang ada pada mereka bahwan terus berusaha sekeras tenaga membuat kaum mukminin keluar dari Islam dan sama seperti mereka.

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala
Sungguh demi Allah…..sifat ini (yang dimiliki ahli kitab) sama persis dengan apa yang dimiliki oleh kaum syiah rafidhah yang begitu benci dan marahnya dengan tersebahnya da’wah Islam ahlussunnah, mereka mengorbankan segala yang mereka miliki untuk memalingkan kaum Muslimin ahlussunnah dari jalan keselamatan dan membawanya ke jalan kebinasaan dengan mengkafirkan sebaik-baiknya sahabat Nabi Muhammad shalallahualaihiwassalam Abu Bakar, Umar, Utsman, dan yang lainnya Rhadiyallahuanhum.

Mereka kaum syiah rafidhah mentahrif makna-makna ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Muhammad shalallahualaihiwassalam demi membenarkan kebatilan dan kerusakan madzhab dan akidah mereka, mereka berusaha menggiring kaum Muslimin untuk mengikuti mereka sehingga mereka memiliki teman di neraka dalam kebinasaan, menjuhkan kaum Muslimin dari memasuki syurganya Allah ta’ala yang maha luas.

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala
Sungguh aqidah syiah ini merupakan kekafiran yang nyata, bukankah mengkafirkan seorang mukmin merupakan sebuah kekafiran. Lalu bagaimana jika yang mereka kafirkan adalah para sahabat Nabi yang mulia yang Allah ta’ala telah meridhainya dalam al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman :

لَّقَدْ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ ٱلشَّجَرَةِ

“Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon” (Al-Fath 18)

Saudaraku….demi Allah para sahabat Nabi merupakan orang-orang yang terbaik setelah para Nabi alihimussalam yang pernah ada di muka bumi ini, jumlah mereka ribuan bahkan ada yang mengatakan jumlahnya sampai 114.000 orang, dan diantara para sahabat Nabi shallahualaihiwassalam ada yang sudah dijamin masuk syurga ketika mereka masih berjalan di dunia.

Sungguh……kekafiran aqidah syiah (baca syiah bukan Islam) merupakan kekafiran yang nyata, sebab bagaimana mungkin Allah ta’ala mengabarkan bahwa Dia meridhai para sahabat melalui firmannya namun mereka kafir dan murtad setelah wafatnya Nabi Muhammad shallahualaihiwassalam. Sungguh aqidah dan keyakinan ini merupakan celaan dan perendahan kepada Allah ta’ala, seolah-olah Allah ta’ala tidak mengetahui yang ghaib dan yang akan datang seperti halnya seorang manusia yang hari ini ridha namun pada waktu yang lain keridhaannya berubah menjadi kebencian. Maka saudaraku camkanlah dalam hati kita panggilan dan seruan Allah ta’ala Dallam ayat ini.

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala
Adapun perisai dan pelindung kita agar tidak terjerumus terhadap makar orang-orang kafir baik Yahudi, Nashrani, dan Rafidhah adalah firman Allah ta’ala :

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ

“Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu?”

Sungguh ayat ini merupakan perisai sekaligus sindiran, seolah-olah Allah ta’ala mengatakan “sungguh sesuatu yang aneh dan ajaib jika seorang mukmin bisa menjadi kafir dengan mengikuti orang kafir sedangkan dibacakan kepada mereka ayat-ayat Al-qur’an, dan dijelaskan kepada mereka dengan penjelasan yang gamblang oleh Rasulullah, dimana beliau menunjukan kepada umatnya cara agar terbebas dari fitnah.

Saudaraku yang ana cintai karena Allah ta’ala
Sungguh dari ayat ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa perisai seorang mukmin, jalan keluar dari fitnah syubhat dan syahwat adalah dengan mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah.

Maka selayaknya bagi seorang mukmin untuk senantiasa menghidupkan waktu-waktu mereka, pagi, siang, malam untuk mempelajari Al-qur’an dan As-Sunnah dan mengamalkan apa yang telah mereka ketahui dari keduanya.

Mari kita hidupkan kajian-kajian dan da’wah sunnah semampu kita, sehingga setiap orang bisa menjadikan al-qur’an dan sunnah sebagai pegangan hidupnya sehingga, karena inilah inti dari jalan yang lurus yang beujung dengan kemenangan yang besar.

Sebagai penutup Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah صلى الله عليه و السلام, keluarga, sahabat, dan umatnya dan semoga ana, orang tua ana dan semua kaum muslimin bisa masuk syurga firdaus kelak dan diselamatkan dari fitnah dunia dan neraka amiin!…..wallahua’lam.
Sekian semoga bermanfaat

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: