RSS

Macam-Macam Khauf / Takut

23 Jun

الخوف من اللهSaudaraku kaum muslimin yang ana cintai karena Allah ta’ala Insya Allah, Semoga Allah ta’ala menganugrahkan kita kesuksesan yang hakiki, yaitu dijauhkan dari neraka dan dimasukan ke dalam syurga. Kesuksesan ini tidak akan berhasil kecuali dengan ilmu yang benar sehingga menghasilkan iman dan amal shalih yang benar.

Saudaraku kaum Muslimin :

Pada tulisan kali ini ana akan menyebutkan 4 macam rasa takut (أقسام الخوف), semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Para ulama Rahimahumullah membagi takut “الخوف” kedalam empat jenis, diantaranya :

Pertama, خوف عبادة “Khauf ibadah” yaitu perasaan takut hanya kepada Allah ta’ala saja, dan takut jenis ini masuk dalam katagori ibadah qolbiyah (hati) dan kita beribadah, bertaqarub kepada Allah ta’ala dengan rasa takut ini. Rasa takut ini akan membawa pelakunya untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah ta’ala meninggalkan keharaman dan menjauhinya.

Rasa takut kepada Allah ta’ala merupakan salah satu dari rukun ibadah selain mahabbah dan rasa raja.

Saudaraku kaum Muslimin

Allah ta’ala berfirman :

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga (QS. Ar-Rahman 46).

Ayat ini berlaku umum bagi orang yang memiliki rasa takut kepada Allah ta’ala, meskipun orang ini terjatuh ke dalam kemaksiatan, namun bagi orang yang terjatuh ke dalam kemaksiatan maka ia dihukumi sebagai orang yang lemah rasa takutnya kepada Allah ta’ala, hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Darda Rhadiyallahuanhu bahwasanya Rasulullah Shalallahualaihiwassalam membaca ayat ini lalu beliau mengatakan وإن زنى وإن سرق “meskipun berzina dan mencuri” (HR. Ahmad dan Turmudzi dishahihkan oleh syeikh Al-Bani Rahimahullahuta’ala dalam silsilah hadits As-Shahihah no 826).
Allah ta’ala juga berfirman :

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).” (Qs. An-Naziat 40-41).

يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka). (QS. An-Nahl 50)

Kedua, شرك الخوف “Khauf syirik” yaitu seseorang takut kepada selain Allah ta’ala, seperti takut kepada jin, mayit dan lain sebagainya sama seperti takutnya kepada Allah ta’ala atau bahkan lebih.

Penyebab munculnya rasa takut ini adalah lemahnya ma’rifat atau pengenalan mereka kepada Allah ta’ala, baik dalam rububiyah-Nya, uluhiah-Nya dan nama serta sifat-Nya, sehingga mereka jatuh kepada kesyirikan diakibatkan rasa takutnya kepada jin dll, sehingga mereka melakukan penyembelihan untuk para jin tersebut, mereka membuat pelindung berupa jampi-jampi, jimat-jimat dll ketika mereka mengadakan walimah pernikahan, sakit, dan bersafar.

Begitu pula ada sebagian masyarakat yang meyakini bahwa sebagian (takut kepada) mayat, tulang, tukang sihir, atau bahkan sebagian manusia, sehingga mereka bersujud kepada mereka dan ini semua merupakan buah dari takut yang syirik.

Ketiga, خوف معصية “Khauf maksiat” yaitu perasaan takut terhadap manusia atau masyarakat banyak, yang mana rasa takut ini menyebabkan ia meninggalkan kewajiban atau terjatuh ke dalam keharaman dikarenakan takut kepada orang lain.

Lalu apa perbedaan takut jenis ini dengan takut yang syirik? Kalau takut yang syirik seseorang meyakini selain Allah ta’ala baik dari kalangan jin atau manusia bisa mendatangkan kemudharatan secara sendirinya, yang pada akhirnya membawanya untuk melakukan berbagai macam perbuatan kesyirikan.

Adapun takut maksiat adalah seseorang meyakini selain Allah ta’ala tidak mampu memberikan kemadharatan tanpa izin Allah ta’ala, namun rasa takutnya ini membawanya kedalam perbuatan (selain kesyirikan) yang diharamkan Allah ta’ala.

Allah ta’ala berfirman :

إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman”(QS. Al-‘Imran 175)

فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي

Maka janganlah kamu, takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (QS. Al-Baqarah 150)

فَلا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ

Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. (QS. Al-Maaidah 44).

Saudaraku kaum Muslimin
Maka dari ayat-ayat tersebut menunjukan bahwa “seorang mukmin yang sempurna keimanannya tidaklah merasa takut kepada selain Allah ta’ala yang akan membawa kepada kemaksiatan kepada-Nya, sebab hal itu jika terjadi menunjukan akan lemahnya keimanannya, sedikitnya ilmu (jahil) dan kurang dan lemahnya ia dalam bertawakal kepada Allah ta’ala.

Keempat, الخوف الطبيعي “khauf tabiat” yaitu rasa takut yang dimiliki setiap manusia secara tabiat (diciptakan memiliki rasa takut ini) seperti takutnya seseorang terhadap musuh, singa, ular, binatang buas dll.

Rasa takut ini tidak mengapa, namun jika rasa takut ini mengakibatkan seseorang meninggalkan kewajiban dan terjatuh terhadap yang diharamkan, maka berubahlah rasa takut ini menjadi takut yang maksiat, atau yang lebih dari itu yang jika rasa takut ini mengakibatkan seseorang jatuh kedalam kesyirikan, maka jatuhlah ia kedalam takut yang syirik.

Allah ta’ala berfirman tentang rasa takut yang tabiat ini

فَأَصْبَحَ فِي الْمَدِينَةِ خَائِفًا يَتَرَقَّبُ

Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), (QS. Al-Qashash 18)

قَالَ رَبِّ إِنِّي قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًا فَأَخَافُ أَنْ يَقْتُلُونِ

Musa berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku (QS. Al-Qashash 33)

إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُكَذِّبُونِ

sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku (QS. Al-Qashash 34)

Sebagai penutup semoga tulisan ini menjadi lading pahal bagi ana, orang tua ana, pembaca, dan siapa saja yang ikut serta dalam selesainya tulisan ini, sehingga kita semua bisa berkumpul di syurga-Nya nanti. Amiin.
Sekian semoga bermanfaat

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: